Audit investigasi awal dilakukan tim BPOM di Lampung bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) cabang Pringsewu. Tim ini memeriksa 6 sampel dari sarana distribusi PT Anugrah Argon Medica (AAM), PT Dos Ni Roha (Bupivacain Spinal Injeksi produk PT Bernofarm, PT Dexa Medica dan PT Pratapa Nirmala).
"Hasil pengujian tanggal 8 April 2016 menunjukkan keenam sampel tersebut memenuhi syarat," tulis BPOM dalam rilisnya, Rabu malam (13/4/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: BPOM Belum Temukan Masalah pada Sampel Bupivacain di Lampung
Sementara dalam audit investigasi ke sarana produksi PT Bernofarm di Surabaya, tidak ada temuan kritikal yang mengarah pada kemungkinan kejadian tidak diinginkan akibat penggunaan produk bupivacain spinal injeksi. Secara umum, pemenuhan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dinilai memadai.
Sedangkan untuk mengawal produk bupivacaine spinal injeksi dari seluruh produsen, BPOM menginstruksikan pengambilan sampel di sarana distribusi dan pelayanan kesehatan. Pengambilan sampel dilakukan terhadap produk bupivacain spinal injeksi dari 9 produsen.
Baca juga: Penjelasan Lengkap BPOM Soal Kejadian Tak Diinginkan Terkait Injeksi Bupivacain (up/vit)











































