Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan University of Exeter, pengukuran tekanan darah baiknya dilakukan di kedua lengan sebab jika sampai hasilnya berbeda, ini berarti yang bersangkutan mempunyai risiko gangguan jantung yang buruk.
Hal ini dibuktikan peneliti dengan mengukur tensi 3.000 orang berumur 50-70 tahun. Kesemuanya sehat dan tidak memperlihatkan gejala sakit jantung. Namun mayoritas dari mereka dianggap berisiko tinggi karena tekanan darah di pergelangan kaki mereka dilaporkan cukup tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun yang paling mengejutkan, beda hasil pengukuran sebesar 5 mm/Hg saja sudah bisa dikaitkan dengan risiko kematian akibat penyakit jantung sebesar dua kali lipat dalam kurun 8 tahun ke depan.
"Sering karena keterbatasan waktu, dokter enggan mengukur kedua lengan. Padahal ini penting untuk menentukan akurasi perbedaannya," kata peneliti, Dr Chris Clark seperti dilaporkan Daily Mail.
Setidaknya, lanjut Clark, pengukuran tensi secara rutin di kedua lengan bisa jadi cara mudah dan murah untuk mengantisipasi adanya risiko gangguan jantung sebelum gejala lainnya muncul.
Baca juga: Deg-degan Jelang Pemeriksaan Tensi? Mungkin Anda Terkena Sindrom Ini
Ini bukan kali pertama peneliti menekankan pentingnya mengukur tekanan darah di kedua lengan. Riset lain yang dilakukan University of Miami di tahun 2012 mengungkap, selisih angka tekanan darah sistolik sebanyak 15 mmHg antara lengan kanan dan kiri sudah berarti peningkatan risiko serangan jantung sebesar 70 persen.
Menurut peneliti, perbedaan hasil pengukuran tensi ini menunjukkan adanya penyumbatan pembuluh nadi di bawah tulang selangka, yaitu yang mengalirkan darah ke lengan dan kaki. Padahal penyumbatan pada pembuluh nadi tersebut seringkali dikait-kaitkan dengan risiko serangan jantung dan gangguan kardiovaskular lainnya.
Dalam riset lain dikatakan, pemeriksaan tensi di kedua lengan juga dirasa penting bagi pasien penyakit jantung sekalipun. Sebab hanya dengan cara inilah, dokter ataupun tim medis lainnya bisa memastikan ada tidaknya penyumbatan di pembuluh darah pada salah satu sisi tubuh pasien.
Baca juga: Bisa Prediksi Stroke, Ahli Anjurkan untuk Cek Tensi Tiap Pagi (lll/vit)











































