Jangan Cuma di Satu Lengan, Ini Pentingnya Tensi di Kedua Tangan

Jangan Cuma di Satu Lengan, Ini Pentingnya Tensi di Kedua Tangan

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Sabtu, 16 Apr 2016 09:12 WIB
Jangan Cuma di Satu Lengan, Ini Pentingnya Tensi di Kedua Tangan
Foto: thinkstock
Jakarta - Selama ini, pembacaan atau pemeriksaan tekanan darah atau lebih sering disebut tensi lazimnya dilakukan di salah satu lengan saja, entah itu lengan kiri ataupun kanan.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan University of Exeter, pengukuran tekanan darah baiknya dilakukan di kedua lengan sebab jika sampai hasilnya berbeda, ini berarti yang bersangkutan mempunyai risiko gangguan jantung yang buruk.

Hal ini dibuktikan peneliti dengan mengukur tensi 3.000 orang berumur 50-70 tahun. Kesemuanya sehat dan tidak memperlihatkan gejala sakit jantung. Namun mayoritas dari mereka dianggap berisiko tinggi karena tekanan darah di pergelangan kaki mereka dilaporkan cukup tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peneliti lalu mengukur tensi di kedua lengan partisipan. Ternyata memang ditemukan perbedaan pada tekanan darah sistolik pada 60 persen partisipan.

Namun yang paling mengejutkan, beda hasil pengukuran sebesar 5 mm/Hg saja sudah bisa dikaitkan dengan risiko kematian akibat penyakit jantung sebesar dua kali lipat dalam kurun 8 tahun ke depan.

"Sering karena keterbatasan waktu, dokter enggan mengukur kedua lengan. Padahal ini penting untuk menentukan akurasi perbedaannya," kata peneliti, Dr Chris Clark seperti dilaporkan Daily Mail.

Setidaknya, lanjut Clark, pengukuran tensi secara rutin di kedua lengan bisa jadi cara mudah dan murah untuk mengantisipasi adanya risiko gangguan jantung sebelum gejala lainnya muncul.

Baca juga: Deg-degan Jelang Pemeriksaan Tensi? Mungkin Anda Terkena Sindrom Ini

Ini bukan kali pertama peneliti menekankan pentingnya mengukur tekanan darah di kedua lengan. Riset lain yang dilakukan University of Miami di tahun 2012 mengungkap, selisih angka tekanan darah sistolik sebanyak 15 mmHg antara lengan kanan dan kiri sudah berarti peningkatan risiko serangan jantung sebesar 70 persen.

Menurut peneliti, perbedaan hasil pengukuran tensi ini menunjukkan adanya penyumbatan pembuluh nadi di bawah tulang selangka, yaitu yang mengalirkan darah ke lengan dan kaki. Padahal penyumbatan pada pembuluh nadi tersebut seringkali dikait-kaitkan dengan risiko serangan jantung dan gangguan kardiovaskular lainnya.

Dalam riset lain dikatakan, pemeriksaan tensi di kedua lengan juga dirasa penting bagi pasien penyakit jantung sekalipun. Sebab hanya dengan cara inilah, dokter ataupun tim medis lainnya bisa memastikan ada tidaknya penyumbatan di pembuluh darah pada salah satu sisi tubuh pasien.

Baca juga: Bisa Prediksi Stroke, Ahli Anjurkan untuk Cek Tensi Tiap Pagi (lll/vit)

Berita Terkait