Sabtu, 16 Apr 2016 12:07 WIB

Studi: Cukai Minuman Ringan Kurangi Risiko Diabetes Hingga Penyakit Jantung

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Pembahasan soal penetapan cukai minuman ringan masih dilakukan di beberapa negara. Salah satunya adalah Australia, dengan wacana pemberian cukai 20 persen.

Sebuah studi gabungan yang dilakukan oleh Obesity Policy Coalition, Cancer Council dan Diabetes Victoria, menyebut penerapan cukai minuman ringan sebesar 20 persen dapat menyelamatkan kurang lebih 1.600 nyawa manusia. Hal ini terjadi akibat berkurangnya risiko terserang diabetes, stroke, hingga penyakit jantung.

"Penelitian kami menyebut penerapan cukai minuman ringan sebesar 20 persen menurunkan konsumsi hingga 12,6 persen. Kurang lebih 1.600 nyawa dapat dicegah kematiannya dalam waktu 25 tahun," tutur Jane Martin dari Obesity Policy Coalition, dikutip dari ABC Australia, Sabtu (16/4/2016).

Baca juga: Begini Peraturan Soal Cukai Minuman Bersoda di Berbagai Belahan Dunia

Jane mengatakan penerapan cukai sebesar 20 persen akan menaikkan harga minuman ringan. Sehingga, minuman ringan tak bisa lagi dikategorikan sebagai jajanan biasa dan diharapkan tak lagi menjadi minuman utama yang dikonsumsi kalangan pelajar.

Dijelaskan Jane, efek yang dihasilkan memang tidak sebesar persentase cukainya. Namun ia mengaku efek ini tetap akan memberikan hasil positif yang besar, terutama dari sisi kesehatan masyarakat.

"Sedikit penurunan konsumsi akan membuat berat badan berkurang. Dan kita tahu bahwa penurunan berat badan, biarpun sedikit, berpengaruh besarĀ  terhadap penurunan risiko diabetes," paparnya lagi.

Sebelumnya, studi yang dilakukan oleh Prof Timothy Gill dari Sydney University menyebut 76 persen remaja mengonsumsi gula melebihi batas aman. Konsumsi paling besar berasal dari minuman ringan dan berpotensi meningkatkan risiko diabetes pada remaja.

"Minuman ringan merupakan salah satu sumber konsumsi gula dan pemanis buatan di dunia, dengan persentase sebesar 25 persen. Namun pada remaja, persentase ini meningkat menjadi 33 persen," ungkap Prof Gill.

"Padahal kita tahu bahwa minuman tersebut memiliki sedikit manfaat, menambah jumlah kalori di tubuh dan tentu saja meningkatkan risiko obesitas di kemudian hari," tutur Gill lagi.

Baca juga: Riset Kemenkes: Minum Soda Tiap Hari Tingkatkan Risiko Gagal Ginjal (mrs/vit)