Sekelompok Ilmuwan Kembangkan Cara untuk 'Bangkit' dari Kematian

ADVERTISEMENT

Sekelompok Ilmuwan Kembangkan Cara untuk 'Bangkit' dari Kematian

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Sabtu, 07 Mei 2016 09:07 WIB
Foto: thinkstock
Jakarta - Sekelompok ilmuwan di Amerika Serikat mendapat izin etis untuk merekrut 20 pasien yang telah dinyatakan meninggal secara klinis. Pasien-pasien ini hendak 'dibangkitkan' dari kematian.

Dikutip dari Telegraph, Sabtu (7/5/2016), pasien-pasien ini meninggal secara klinis akibat cedera traumatis di otak. Kematian mereka telah dinyatakan dengan sertifikat, tapi masih bisa bertahan dengan alat bantu kehidupan.

Para ilmuwan dari Bioquark Inc akan memberikan serangkaian terapi untuk membangkitkan kembali otak yang telah mati pada pasien-pasien ini. Selain menyuntikkan stem cell di otak, menyuntikkan campuran peptida, serta memberikan teknik stimulasi saraf dan laser.

Alat bantu tidak akan dilepas hingga beberapa bulan, untuk melihat apakah terjadi regenerasi, khususnya pada bagian sumsum tulang belakang bagian atas, yang adalah bagian paling bawah dari otak. Bagian ini mengontrol napas dan denyut jantung.

Baca juga: Sesaat Sebelum Dikremasi, Pria ini Bangkit dari Kematiannya

Para ilmuwan meyakini penyuntikan stem cell akan menghapus sejarah dan me-restart kehidupan para pasien, berdasarkan jaringan yang ada di sekitarnya. Proses ini mirip seperti yang terjadi pada beberapa kelompok binatang, misalnya salamander yang bisa menumbuhkan kembali kakinya yang putus.

"Ini adalah percobaan pertama yang sejenis dan merupakan sebuah langkah menuju kebangkitan dari maut dalam kehidupan kita," kata Dr Ira Pastor, CEO Bioquark Inc.

Baca juga: Cangkok Jantung di Last Minute Bangkitkan Bayi Ini dari Kematian


(up/vit)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT