Studi: Asupan dengan Probiotik Belum Tentu Bermanfaat bagi Orang Sehat

Studi: Asupan dengan Probiotik Belum Tentu Bermanfaat bagi Orang Sehat

Hillariana Ikhlash Devani - detikHealth
Minggu, 22 Mei 2016 14:08 WIB
Studi: Asupan dengan Probiotik Belum Tentu Bermanfaat bagi Orang Sehat
Foto: thinkstock
Jakarta - Probiotik dikenal sebagai bakteri yang baik. Maka dari itu, seringkali produk probiotik dikonsumsi oleh masyarakat umum, baik dalam bentuk yoghurt, minuman atau pil. Akan tetapi, baru-baru ini studi menemukan belum tentu probiotik bermanfaat bagi orang sehat.

Seperti diketahui, usus adalah rumah bagi triliunan bakteri dan di antaranya ada yang baik dan buruk. Probiotik sendiri adalah salah satu bakteri yang dapat membantu keseimbangan alami dari bakteri usus terutama setelah seseorang sakit. Belum lagi, banyak produsen mengklaim bahwa produk probiotik mereka akan meningkatkan sistem imun, mengurangi stres sampai membuat tidur lebih nyaman. Namun, sebuah studi dari Denmark mengungkapkan probiotik belum tentu bermanfaat bagi orang sehat.

"Meskipun banyak studi sebelumnya menyatakan intervensi probiotik akan bermanfaat bagi pasien dengan ketidakseimbangan mikrobiota usus, tidak ada bukti probiotik berpengaruh pada orang yang sehat," ungkap salah satu penulis studi, Prof Oluf Pedersen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Studi yang dilakukan oleh peneliti dari University of Copenhagen ini menyelidiki efek dari produk probiotik pada usus orang dewasa sehat dengan menguji sampel tinja. Pada sampel diuji apakah peserta yang mengonsumsi probiotik memiliki perubahan yang berbeda dalam bakteri yang hidup di usus daripada yang tidak.

Baca Juga: Wah! Rutin Minum Kopi dan Teh Bisa Bantu Menyehatkan Usus

"Menurut tinjauan sistematis kami, tidak ada bukti yang meyakinkan bahwa probiotik memberikan efek yang konsisten pada komposisi mikrobiota pada feses orang dewasa sehat," ungkap peliti junior, Nadja Buus Kristensen.

Studi yang dilakukan pada tujuh responden dewasa sehat ini dilakukan dengan merutinkan responden untuk mengonsumsi probiotik baik dalam bentuk biskuit, minuman berbasis susu, atau kapsul selama tiga sampai enam minggu. Hasilnya, hanya satu responden yang menunjukkan perubahan di dalam komposisi bakteri usus.

"Penelitian ini dilakukan dengan sistematis dan dari bukti eksperimental memungkinkan kita untuk melihat hubungan antara produk probiotik dan komposisi mikrobiota feses pada orang sehat dalam level keakuratan yang tinggi," ujar Kristensen, dikutip dari Express.

Walaupun belum terbukti memberikan manfaat bagi orang dalam keadaan fisik sehat, dikatakan juga oleh peneliti bahwa tiap individu memiliki DNA yang berbeda. Kemudian, perilaku diet bisa jadi telah menutupi manfaat sebenarnya dari probiotik.

Baca Juga: Studi Ini Sebut Yoghurt dan Kubis Bisa Jadi Antikanker


(rdn/vit)

Berita Terkait