Pada Pria, Perceraian Juga Berdampak pada Pola Makan

Pada Pria, Perceraian Juga Berdampak pada Pola Makan

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Senin, 30 Mei 2016 09:32 WIB
Pada Pria, Perceraian Juga Berdampak pada Pola Makan
Foto: Getty Images
Jakarta - Ketika ikrar pernikahan diucapkan, maka setiap pasangan berharap hanya akan dipisahkan oleh maut. Namun saat perpisahan harus terjadi, siapakah yang merasakan dampak terburuknya?

Setidaknya berdasarkan hasil penelitian yang baru-baru ini dipublikasikan jurnal Social Science and Medicine terungkap berakhirnya ikatan pernikahan akan mengubah pola makan para pria. Bahkan perubahan ini bisa merugikan kesehatan yang bersangkutan.

Peneliti sampai pada kesimpulan ini setelah mengamati pola makan, termasuk porsi dan variasi buah serta sayuran yang dikonsumsi 11.577 partisipan berusia 40-80 tahun setelah berpisah dari pasangannya, baik karena perceraian atau kematian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengamatan dilakukan selama dua periode; pada tahun 1993-1997 dan sekali lagi pada tahun 1998-2002. Di awal pengamatan, 89 persen partisipan pria dan 78 persen wanita dilaporkan menikah. Namun baru berjalan 3,6 tahun, 2,4 persen pria dan 4,5 persen wanita dikabarkan berpisah, bercerai atau menjanda/menduda.

Baca juga: BKKBN: Perceraian Salah Satu Dampak Perkawinan Dini

Bila dibandingkan dengan partisipan yang tetap bersama pasangannya, mereka yang berpisah dari pasangannya rata-rata mengalami pengurangan konsumsi buah dan sayur harian sebanyak 25 persen. Menu makan mereka juga kurang bervariasi.

Menariknya, perubahan ini tidak terlihat pada para istri. Hanya saja peneliti berkesimpulan, pola makan seperti ini sudah tidak begitu relevan dengan keadaan sekarang ini.

"Dilihat dari usia partisipan, mereka rata-rata masih tergolong generasi yang pola makannya sangat bergantung pada gender, jadi wanita bertanggung jawab untuk belanja dan menyiapkan makanan," ungkap peneliti, Pablo Monsivais dari University of Cambridge Centre for Diet and Activity Research, seperti dikutip dari Askmen.

Akan tetapi, Monsivais mengakui, temuan ini cukup membuktikan bahwa pola dan kebiasaan makan wanita tidak dipengaruhi oleh statusnya, apakah masih lajang ataukah sudah berkeluarga.

Meski begitu, peneliti mengingatkan, kurangnya konsumsi produk segar seperti buah dan sayuran erat kaitannya dengan risiko penyakit kardiovaskular dan kanker. Begitu pula dengan terbatasnya variasi menu makan yang juga identik dengan diabetes tipe 2 dan beberapa jenis kanker.

Baca juga: Pada Pria, Kriteria Istri Disebut Berkaitan dengan Risiko Demensia

Sejumlah penelitian mengungkap, menikah memberikan keuntungan tersendiri bagi pria, terutama berkaitan dengan kesehatannya. Mulai dari memperbaiki pola makan dan gaya hidup, hingga mengurangi tekanan emosional yang mereka rasakan.

Riset lain yang dilakukan di Swedia baru-baru ini menemukan, kecenderungan mengonsumsi alkohol dalam jumlah besar juga cenderung menurun pada pria yang memutuskan mengakhiri masa lajangnya.

(lll/up)

Berita Terkait