Bentuk dan ukuran organ genital pada bayi tersebut, sebut saja Akash, juga membesar dan suaranya mulai terdengar berat. Kadar testosteron dalam tubuhnya setara dengan laki-laki dewasa umur 25 tahun. Dokter mendiagnosis bayi asal India tersebut mengidap precocious puberty atau pubertas dini.
Biasanya, diagnosis pubertas dini diberikan pada anak yang mengalami pubertas di bawah usia 7 atau delapan tahun. Pada kasus ini, Akash mengalaminya di usia 1 tahun, yang artinya kondisi Akash cukup ekstrem.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami pikir dia hanya bayi yang besar, jadi kami tidak membawanya ke dokter," kata orang tua Akash kepada Hindustan Times, dikutip dari Dailymail, Selasa (31/5/2016).
"Namun seiring waktu berjalan, tampak ada sesuatu yang salah. Ibu mertua saya, yang merawat beberapa anak di keluarga, juga mengatakan pertumbuhannya tidak normal. Saat itulah kami bawa dia ke dokter," lanjutnya.
Baca juga: Kenali Hipogonadisme dan Hipospadia, Dua Kondisi Penyebab Kelamin Ambigu
Terkait kondisi Akash, dokter mengkhawatirkan efek samping dari pubertas dini. Selain berisiko mengalami pertumbuhan fisik yang berhenti terlalu dini, Akash juga rentan mengalami trauma yang mendorong kecenderungan berperilaku kasar.
"Kekuatan ototnya akan meningkat hingga level yang bahkan orang tuanya tidak sanggup mengontrolnya," kata Vaishakhi Rustagi, dokter yang menangani Akash.
Saat ini, Akash mendapat pengobatan untuk meredakan gejalanya. Pengobatan ini diberikan setidaknya sampai umur si bocah cukup dewasa untuk mengerti kondisinya yang berbeda.
Baca juga: Badan Bongsor Anak Perempuan Bisa Saja Jadi Indikasi Pubertas Dini (up/vit)











































