Kapanpun Bisa Jadi Ayah, Tapi Pria Dianjurkan Tidak Menunda-nunda

Kapanpun Bisa Jadi Ayah, Tapi Pria Dianjurkan Tidak Menunda-nunda

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Rabu, 01 Jun 2016 16:32 WIB
Kapanpun Bisa Jadi Ayah, Tapi Pria Dianjurkan Tidak Menunda-nunda
Foto: Brent Kruithof
Jakarta - Wanita yang ingin memiliki keturunan dianjurkan untuk tidak menunda-nunda menikah. Tetapi hal ini tidak berlaku untuk pria. Pria bisa memiliki anak sampai usianya senja.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan, dewasa ini rata-rata pria memiliki anak untuk pertama kali di usia 25 tahun. Namun dalam kurun tahun 1980-2014, terjadi kenaikan jumlah pria yang baru menjadi ayah di usia 35 tahun, yaitu sebesar 58 persen.

"Tak jadi soal, toh sebagian besar dari mereka tidak punya masalah kesuburan dan bayi-bayinya juga tidak mengalami gangguan perkembangan ataupun fisik," terang Dr Robert E Brannigan, ahli urologi dan kesehatan reproduksi pria dari Feinberg School of Medicine, Northwestern University.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kendati demikian, Brannigan menegaskan, bukan berarti menunda untuk memiliki anak tidak berisiko bagi pria.

Dijelaskan ahli endokrin dari University of Washington, Dr Bradley Anawalt, pria bisa menghasilkan 1.000-an sperma untuk setiap detakan jantung. Akan tetapi begitu usia pria memasuki 30 tahun, pabrik sperma mereka bisa saja gagal berfungsi. Selain penuaan, faktor yang paling berpengaruh didapat dari luar tubuh semisal radiasi dan racun dari lingkungan.

"Begitu Anda tua dan faktor-faktor itu menumpuk di tubuh, Anda akan kehilangan yang namanya sel Leydig dan sel Sertoli," ungkap Brannigan seperti dilaporkan Men's Health.

Sel Leydig merupakan sel-sel yang terkandung dalam testis atau pabrik sperma, sedangkan sel Sertoli adalah sel yang berfungsi memelihara sperma-sperma baru. Karena kedua sel ini berkurang, tubuh pria akan menghasilkan sperma-sperma cacat atau spesifiknya mengandung mutasi genetik yang bisa membahayakan calon anaknya kelak.

Bahkan dari sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature beberapa waktu lalu terungkap, rata-rata seorang ayah yang berusia 30 tahun akan mewariskan 55 mutasi genetik kepada keturunannya. Dan jumlah mutasi itu akan bertambah dua kali lipat untuk setiap satu tahun penambahan usia Anda.

Baca juga: Tak Cuma Wanita, Gairah Pria Juga Bisa Menurun Gara-gara 'Menopause'

Jadi berapa besar risikonya menunda memiliki keturunan bagi pria? Dr Ranjith Ramasamy, direktur divisi reproduksi pria dari University of Miami Miller School of Medicine mengatakan, memang tidak semua mutasi itu mengakibatkan permasalahan pada keturunannya kelak. "Permasalahannya tidak hanya ke anak, bisa juga ke pasangan semisal susah hamil," jelasnya.

Seperti halnya yang ditemukan sebuah studi dari Inggris. Di situ ditemukan bahwa pria berumur 35 ke atas berpeluang 50 persen lebih rendah untuk membuat pasangannya hamil setelah setahun berhubungan dibandingkan pria berumur 25-an tahun.

Tetapi tidak dapat dipungkiri jika mutasi pada sperma sang ayah juga bisa dapat mengakibatkan bayi lahir cacat, gangguan kromosom atau penyakit genetik pada si anak. Dari hasil review Baylor College of Medicine terungkap, terdapat 86 penyakit bawaan yang berkaitan dengan usia ayah yang terlalu tua saat konsepsi. Ini belum termasuk risiko gangguan lain pada anak seperti kekerdilan, autisme dan kanker.

"Amannya, jika usia Anda di atas rata-rata tetapi ingin punya anak, baiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan konsultan genetik, terutama yang mengerti soal isu reproduksi," saran Brannigan.

Baca juga: Sperma Juga Bisa Kedaluwarsa, Pria Jangan Kelamaan Menunda Punya Anak (lll/vit)

Berita Terkait