Studi yang dilakukan oleh para peneliti di National Toxicology Program (NTP), Amerika Serikat, telah mencoba melihat hal ini dengan melakukan uji tes pada 270 tikus laboratorium. Para tikus dibagi menjadi tiga kelompok, satu kelompok dipaparkan radiasi nonionisasi dan dua kelompok lainnya tak diberikan radiasi sebagai kontrol selama dua tahun.
Hasilnya diketahui pada kelompok yang diberi radiasi setidaknya ada beberapa kasus kemunculan tumor jinak dan tumor otak. Sementara itu untuk kelompok yang tak mendapat radiasi, tak terdeksi muncul tumor namun para tikus mati lebih cepat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Profesor ahli radiasi John Moulder dari Medical College of Wisconsin mengatakan hasil studi berarti tak bisa memberikan bukti kuat bahwa ponsel sebabkan kanker. Alasannya karena dalam populasi tes yang besar kemunculan tumor memang pasti akan ada dan studi tak bisa menjelaskan mengapa tikus yang tak terpapar mati lebih cepat.
"Jadi implikasi dari hal ini terkait ancaman keamaanan penggunaan ponsel adalah antara dipertanyakan sampai tak ada," kata Moulder seperti dikutip dari Live Science, Jumat (3/6/2016).
Lebih jauh Moulder mengatakan pada model tikus, skala panas radiasi ponsel yang dirasakan oleh hewan tersebut tentunya berbeda dari manusia. Untuk manusia hanya sedikit panas namun bagi tikus bisa jadi sangat panas sehingga cukup membuat stres dan memicu tumor.
Baca juga: Tak Mau Mood Jelek? Jangan Langsung Cek Ponsel Setelah Bangun Tidur
(fds/vit)











































