Seperti disampaikan oleh Moses Chao dari New York University, bahwa rutin olahraga dapat meningkatkan produksi protein kunci yang membantu menjaga otak tetap aktif. Efek positifnya, risiko penyakit seperti demensia bisa diturunkan.
Dalam studi yang dilakukan pada tikus ini, selama mereka rutin berolahraga maka bahan kimia tertentu secara alami diproduksi di otak. Bahan ini pun kemudian meningkatkan produksi BDNF atau yang disebut oleh para peneliti sebagai "Miracle-Gro". Zat ini secara alami memiliki peran dalam meningkatkan kapasitas memori dan pertumbuhan sel-sel saraf.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami percaya penelitian kami menunjukkan bahwa ada mekanisme biologis yang tepat di balik manfaat olahraga bagi otak," papar Chao, seperti dikutip dari Times of India, Senin (6/6/2016).
Karen Postal dari American Academy of Clinical Neuropsychology menambahkan bahwa berlari selama 30-40 menit setiap hari membantu meningkatkan aliran darah ke otak. Kemampuan kognitif seseorang juga diyakini bisa meningkat dengan berlari.
Studi ini juga menepis anggapan bahwa seiring penuaan pada manusia, neuron yang baru tidak akan bisa diproduksi kembali di saraf otak. Namun kenyataannya justru tidak demikian. Ditemukan bahwa setelah berlari, neuron baru justru akan terbentuk di daerah otak yang berhubungan dengan pembelajaran dan memori, yaitu hippocampus.
"Jika Anda berolahraga aerobik sampai berkeringat, misalnya sekitar 30-40 menit, maka sel-sel otak yang baru diproduksi," tutur Postal, seperti dikutip dari Daily Mail.
Studi-studi lain mencatat juga bahwa setelah berlari aliran darah ke lobus frontal otak juga menjadi lebih lancar. Bagian ini diketahui memiliki fungsi yang berkaitan dengan fokus dan konsentrasi.
Baca juga: Ini Tandanya Olahraga yang Dilakukan Ada Hasilnya
(ajg/vit)











































