Meski Orang Tua Diabetes, Anak Tidak Akan Ikut Kena Jika Jaga Pola Hidup

Meski Orang Tua Diabetes, Anak Tidak Akan Ikut Kena Jika Jaga Pola Hidup

Martha HD - detikHealth
Kamis, 09 Jun 2016 12:33 WIB
Meski Orang Tua Diabetes, Anak Tidak Akan Ikut Kena Jika Jaga Pola Hidup
Foto: thinkstock
Jakarta - Jika orang tuanya mengalami diabetes, dikhawatirkan anaknya juga akan mengalaminya. Meskipun 'bakat' diabetes memang bisa menurun, namun tidak selalu menjadi penyakit apabila tidak didukung faktor lingkungan.

"Bakat diabetes itu adalah gen yang akan terus menerus menurun. Gen itu baru akan muncul pada seseorang apabila ada faktor lingkungan," ujar dr Em Yunir, SpPD-KEMD, Kepala Divisi Departemen Endokrinologi dan Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universita Indonesia-RS Cipto Mangunkusumo.

Faktor lingkungan yang bisa memunculkan diabetes menurut dr Yunir seperti kurang gerak, kegemukan, atau pola makan yang salah. Apabila bisa menjaga pola hidup dengan baik, faktor genetika diabetes tidak akan memunculkan diabetes sebagai penyakit yang dialami seseorang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Cegah Diabetes Tidak Susah Kok, Begini Caranya

"Seandainya muncul juga tidak pada usia dini, tetapi saat usia 60 tahun ke atas," jelas dr Yunir dalam peresmian Poliklinik Edukasi Diabetes Melitius oleh Sun Life dan RS Cipto Mangunkusumo, di RS Cipto Mangunkusumo, Jl Diponegoro, Jakarta, Rabu (8/6/2016).

Diabetes sendiri bisa dikontrol dan dicegah dengan cara yang tidak terlalu sulit. "Yang penting exercise dan jaga gaya hidup sehat. Dengan cara yang fun kita bisa mencegah diabetes," kata Direktur Indonesia Diabetes Institute Prof Sidartawan Soegondo, MD, PhD, F.A.C.E beberapa waktu lalu.

Baca juga: Saran dari Dokter Agar Pasien Diabetes Tetap Lancar Berpuasa

Menurut Prof Sidartawan, exercise yang menyenangkan untuk mencegah diabetes antara lain senam, renang, jalan kaki, dan dansa. Selain itu harus diimbangi dengan tidak berlebihan saat makan.

"Sebenarnya bisa makan apa saja asal jumlahnya dibatasi alias tidak banyak-banyak," ucap Prof Sidartawan.

(vit/vit)

Berita Terkait