Nah, cara yang dilakukan Sri adalah dengan giat melakukan penyuluhan dan siap kapan saja jika ditelepon warga, meskipun dia tengah bercengkerama dengan keluarganya.
"Semoga ibu lebih memperhatikan kebersihan mengenai genangan air, pakaian yang ditumpuk agar nyamuk-nyamuk tidak betah," pesan Sri di Graha Paramitha, Kuningan, Jakarta, Selasa (14/6/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semangat ibu kelahiran 31 Mei 1967 ini tidak kunjung padam dalam memberikan penyuluhan. Selama 15 tahun ia terjun sebagai kader kesehatan di daerahnya. Menurutnya ia dahulu hanyalah seorang kader posyandu biasa, lalu pada saat jumantik ada di daerahnya, Sri tertarik ikut bergabung.
Dalam setiap penyuluhannya Sri tidak mengalami kesulitan. Ini karena masyarakat di daerahnya sudah mengetahui kegiatan Sri yang selalu menyampaikan materi kesehatan di setiap pertemuan.
Baca juga: Tak Selalu Demam, Waspadai Bahaya Gejala Terselubung DBD
Sri pun begitu bersyukur suami dan anaknya mendukung kegiatannya memberikan penyuluhan. Meskipun terkadang dia harus meninggalkan keluarganya sesaat saat warga membutuhkannya.
"Saat ada yang menelepon, 'Bu ini mau melahirkan, Bu kok ini pendarahan dan ini itu', ya saya tinggal.Padahal saya baru kumpul bersama keluarga," tutur Sri kepada detikHealth.
Sri bersemangat memberikan informasi kesehatan karena tidak ingin ada yang masyarakat di sekitarnya yang sakit atau sampai menjadi korban. "Banyak ibu yang menyepelekan kondisi anak yang demam dan setelah munculnya ruam pada anak, baru dibawa ke dokter," ungkapnya
Dalam setiap penyuluhannya Sri selalu mengingatkan bahwa istirahat, banyak minum dan minum obat penurun panas yang benar adalah cara terpenting dalam menghadapi demam berdarah. Semangat ya Ibu Sri!
Baca juga: Trik Agar Anak Tak Mudah Digigit Nyamuk Aedes Aegypti di Musim Pancaroba
(vit/vit)











































