"Biasanya bila kita tidak makan dan minum (puasa, red), diare akan reda kok," tandas dr Duddy Mulyawan Djajadisastra, SpPD, FINASIM dari RS Bethsaida di sela-sela Live Chat 'Menjaga Kesehatan Lambung' yang digelar detikHealth dan detikForum di kantor detikcom, Jl Warung Jati Barat Raya 75, Jakarta Selatan baru-baru ini.
Dalam kesempatan lain, konsultan kesehatan cerna dari RS Cipto Mangunkusumo, dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, FINASIM, diare merupakan gangguan cerna yang paling banyak dikeluhkan memicu batal puasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apakah ini ada kaitannya dengan kegemaran mengonsumsi makanan pedas? dr Ari menjelaskan capsaisin yang terkandung dalam cabai memberikan banyak manfaat bagi fisik selama berpuasa, semisal menambah nafsu makan dan menghilangkan pegal linu lantaran perubahan pola tidur dan aktivitas.
"Tapi tentu konsumsi cabai tidak boleh berlebihan dan tidak bisa dikonsumsi kalau pencernaan kita sedang bermasalah. Konsumsi cabai yang berlebihan tentu akan mencetuskan kambuhnya sakit mag. Pada sebagian orang akan merangsang diare," tutur dr Ari.
Bagi mereka yang memiliki ambeien, konsumsi cabai juga bisa menimbulkan sensasi panas pada dubur. Bahkan pada kasus yang cukup parah, bisa merangsang terjadinya perdarahan.
Baca juga: Saat Sahur dan Buka Puasa, Harus Benar-benar Menghindari Makanan Pedas?
dr Duddy menambahkan, kecuali jika diarenya bertambah parah padahal tidak makan dan minum. "Berarti diare sekretorik. Itu sebaiknya dirawat lho," tegasnya.
Ia berpesan, bila diare terjadi, untuk kesempatan berikutnya usahakan untuk tidak mengonsumsi makanan berbumbu tajam. Hindari juga jajan sembarangan.
dr Epistel P. Simatupang, SpPD dari Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ) beberapa waktu lalu mengatakan, konsumsi makanan berlemak yang terlalu banyak juga bisa memicu diare sebab pada dasarnya lemak sulit untuk dicerna.
Baca juga: Jika Diarenya Seperti Ini, Baiknya Segera Batalkan Puasa Agar Tak Dehidrasi (lll/vit)











































