Seperti penuturan ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) Prof Dr dr Sri Rezeki Hadinegoro, SpA(K), misalnya pada bak untuk berwudhu di masjid yang cenderung sulit dibersihkan atau dikuras, abate bisa digunakan untuk membasmi jentik. Sehingga, jentik tak tumbuh menjadi nyamuk dewasa yang menjadi vektor Demam Berdarah Dengue (DBD).
"Dianjurkan menggunakan abate untuk membasmi jentik nyamuk. Tapi perhatikan keberlanjutannya. Kan seringnya orang pakai abate pas saat 'musim' DBD saja, sama seperti melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui 3M plus," tutur Prof Sri usai Peringatan ASEAN Dengue Day ke-6 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jl Jend Sudirman, Jakarta, Rabu (15/6/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Waspadai Warning Sign Seperti Ini Agar Anak yang Kena DBD Tak Alami Shock
PSN melalui 3M plus adalah menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, memanfaatkan barang bekas, plus hindari gigitan nyamuk dan tidur pakai kelambu dan memakai obat nyamuk. Prof Sri berpendapat, ketika banyak kasus DBD maka umumnya penggunaan abate atau PSN dilakukan dengan lebih giat.
"Dua hal itu yang penting harus dilakukan secara berkesinambungan. Biasanya pas musim hujan aja rajin dilakukan, padahal kayak tetes-tetes air AC yang juga bisa jadi sarang nyamuk kan nggak tergantung air hujan, itu sepanjang tahun dan nyamuknya kan hidup terus. Setidaknya smeinggu sekali itu dilakukan 3M," tambah Prof Sri.
Hadir dalam kesempatan sama, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI Dr H Mohamad Subuh, MPPM mengatakan abate yang disediakan Kemenkes tidak diperjualbelikan. Sehingga, jika ada warga yang dipaksa membeli, maka harus lebih hati-hati.
Baca juga: 5 Kesalahpahaman Soal Nyamuk dan Penyakit yang Perlu Diketahui
(rdn/up)











































