Tips dari Dokter Agar Kakek dan Nenek Lancar Berpuasa

Tips dari Dokter Agar Kakek dan Nenek Lancar Berpuasa

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Senin, 20 Jun 2016 17:32 WIB
Tips dari Dokter Agar Kakek dan Nenek Lancar Berpuasa
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Dengan kondisi fisik yang lebih lemah dari orang kebanyakan, lansia mungkin harus mengasup makanan yang banyak mengandung sumber tenaga atau berporsi besar. Nyatanya, anggapan itu keliru.

dr Probosuseno, SpPD-KGer(K) menjelaskan, tak ada bedanya pengaturan makan untuk lansia maupun yang bukan lansia. Kuncinya ada pada pemilihan bahan makanan yang awet kenyang di waktu sahur dan ketika berbuka, berikan makanan yang bisa segera menaikkan kadar gula darah mereka.

"Contoh beras merah. Kalau dibanding dengan nasi putih, indeks glikeminya lebih rendah. Kalau rendah gitu menaikkannya (gula darah, red) pelan jadi turun juga pelan, sehingga kenyangnya lama," katanya kepada detikHealth beberapa waktu lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bisa juga talas dan makaroni yang sama-sama memiliki indeks glikemi rendah. Akan lebih baik bila ditambah sayur-sayuran seperti wortel atau kacang tanah yang sebenarnya juga mengandung energi walaupun kecil.

"Lansia memang bukanya harus cepet-cepet dan sahurnya diakhirkan agar awet kenyangnya," ingat dr Probo.

Selain itu, tambah dr Probo, pilih makanan yang tidak menghambat lansia ketika makan, semisal pada lansia yang giginya sudah rapuh atau bahkan ompong.

"Pilihlah yang mudah dikunyah, kemudian seratnya tinggi, misal agar-agar. Atau makanan yang teksturnya halus supaya dia tidak mengalami hambatan seperti kebebelen (bahasa Jawa: sembelit)," imbuhnya.

Baca juga: Tak Cuma Anak-anak, Lansia pun Butuh Asupan Ikan

Lantas adakah pantangan? dr Probo mengatakan pantangan makan pada lansia hanya didasarkan pada kondisi kesehatannya. Misalkan jika yang bersangkutan sakit mag, baiknya menghindari makanan pedas atau asam dan kopi, ketan dan sejenisnya.

"Kopi dan teh ini tidak dianjurkan karena bersifat diuretik, membuat kencing. Apalagi lansia. kebanyakan lansia kan takut minum banyak karena takut beser padahal cairan itu juga penting untuk menjaga kesehatan mereka," tegasnya.

Pemenuhan cairannya bisa menggunakan rumus DO RE DO RE MI. Dimulai dari tiap bangun tidur minum satu gelas air, menjelang sahur satu gelas air dan selepas sahur satu gelas lagi. Bila berat badannya di atas 50 kg, cairan yang diasup saat sahur tiga gelas, sedangkan pada saat berbuka 3-4 gelas.

"Lebih dari itu malah bagus. Tapi kalau nggak bisa minum banyak, bisa pakai kuah sop, sayur, atau melon (buah, red) yang mengandung air," pesannya.

Ditambahkan dr Probo, saat berpuasa umumnya lansia justru tidak keberatan jika makan banyak. Mengapa demikian? "Karena seneng, makan bersama dengan keluarganya. Itu merupakan appetizer ata
u penambah nafsu makan yang alamiah bagi lansia," pungkasnya.

Baca juga: Kakek Nenek Ingin Berpuasa? Ini Dia Kiatnya (lll/vit)

Berita Terkait