Selasa, 21 Jun 2016 12:34 WIB

Ini Penjelasan Mengapa Suhu Tinggi Bisa Membunuh dengan Cepat

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Heat wave atau gelombang panas adalah fenomena alam di mana suhu suatu daerah mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini bisa menjadi ancaman karena orang-orang di tempat terkait menjadi rentan untuk terkena apa yang namanya heat stroke.

Seperti pada tahun 2015 lalu negara seperti Pakistan dan India dilaporkan mengalami serangan gelombang panas parah dan banyak orang meninggal akibat heat stroke. Korban jiwa mencapai lebih dari 1.000 orang yang sebagian besar adalah para lansia dan mereka dengan fisik lemah.

Bagaimana suhu tinggi ini bisa membunuh dengan cepat? Profesor Richard Keller dari University of Wisconsin-Madison yang meneliti fenomena gelombang panas menjelaskan pada intinya berhubungan dengan metabolisme tubuh.

Baca juga: Gelombang Panas Pakistan Mengganas, Lebih dari 700 Orang Tewas

Ketika suhu terlalu tinggi tubuh akan mengalami kelelahan karena panas ditandai dengan keringat berlebih, mual, nadi berdenyut kencang, dan otot keram. Tanda-tanda tersebut muncul karena tubuh berusaha untuk mendinginkan diri.

Keller mengatakan apabila tanda tersebut muncul maka segera cari cara untuk mendinginkan suhu tubuh. "Tanda tersebut seperti melihat anak panah ditembakkan dan memberitahu Anda bahwa ada sesuatu yang akan datang," kata Keller seperti dikutip dari Live Science, Selasa (21/6/2016).

Apabila seseorang tak cepat mendapatkan pertolongan untuk mendinginkan diri setelah tanda kelelahan akibat panas muncul, maka fase berikutnya adalah heat stroke.

Dalam usaha untuk mendinginkan diri tubuh akan melebarkan pembuluh darah di bawah kulit dengan cara mengerutkan pembuluh darah dan mengurangi aliran darah di perut. Karena perut kekurangan darah, maka dinding antar sel yang ada menjadi melemah dan membuat toksik yang ada di perut bisa bocor masuk ke dalam aliran darah memicu reaksi inflamasi besar-besaran.

Akibat tumpahnya toksik dan reaksi inflamasi sel-sel otot mulai hancur terurai masuk dalam darah. Ginjal pun bekerja ekstra keras untuk membersihkan darah dan perlahan alami kegagalan fungsi.

Dari darah yang terkontaminasi beragam zat berbahaya pun bisa sampai ke otak membuat kerusakan. Studi hasil autopsi dari korban gelombang panas menunjukkan setidaknya hampir semua otaknya memiliki tanda-tanda stroke.

Baca juga: Heatstroke, Stroke Karena Cuaca Panas (fds/vit)