Selasa, 28 Jun 2016 07:04 WIB

Bikin Kecanduan, Hindari Terlalu Sering Beri Junk Food pada Anak

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - Tanpa disadari, orang tua terlalu sering memberikan junk food sebagai asupan untuk anak-anaknya. Bahkan sejak usia anak masih kecil. Hati-hati, anak berisiko kecanduan junk food.

Menurut konsultan gizi Jansen Ongko, junk food merupakan kelompok makanan yang minim gizi, vitamin dan mineral. Asupan ini juga tinggi kalori, dari lemak dan gula.

"Junk food ini karena teknologi jadi bisa bikin ketagihan. Diciptakan juga junk food dengan rasa-rasa unik, ini bisa bikin lidah tertipu. Makin sering makan junk food, makin susah Anda berhenti mengonsumsinya," papar Jansen, dalam temu media 'Eat a Rainbow oleh Samsung Electronics Indonesia'di TCC Batavia, Jl KH Mas Mansyur, Senin (27/6/2016).

Baca juga: Hobi Makan Junk Food Saat Remaja, Waspada Risiko Kanker Payudara Mengintai

Jansen secara khusus berpesan, hindari juga memberikan terlalu sering asupan junk food kepada anak-anak sejak dini. Mengapa?

"Anak-anak itu taste bud atau indra perasanya baru tumbuh, jadi gampang ketagihan kalau diberikan junk food. Ditambah penyedap, pemanis, pewarna, anak pasti jadi lebih suka makan makanan buatan restoran daripada makanan buatan ibu," tutur Jansen.

Hindari juga kebiasaan memberikan makanan jenis junk food jika anak memiliki prestasi atau saat sedang merayakan sesuatu, dengan euforia bahagia tersebut, efek adiktif junk food bisa semakin meningkat.

Tak cuma junk food 'impor', Jansen juga mewanti-wanti orang tua untuk berhati-hati dengan junk food 'lokal' seperti gorengan, martabak asin dan manis, serta kue-kue manis. "Apalagi kalau gorengannya pakai minyak jelantah, ini bisa juga memicu kanker," pesan Jansen.

Baca juga: Bukan Cuma yang Manis-manis, Makanan Berlemak Juga Picu Diabetes (ajg/vit)