"Meski bakteri lebih berlimpah di bagian lain pada tubuh perempuan, seperti bibir, perut dan vagina, sejumlah kecil bakteri juga ada di jaringan payudara," kata Gregor Reid, profesor mikrobiologi dari Western University di Ontario, dikutip dari Livescience, Rabu (29/6/2016).
Dalam penelitiannya, Prof Reid ingin mengamati sampel jaringan payudara dari 13 perempuan dengan tumor ganas, 45 perempuan dengan kanker payudara, dan 23 perempuan tanpa tumor. Seluruh partisipan memang hendak menjalani operasi, baik untuk mengangkat tumor maupun mengubah ukuran payudara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prof Reid melakukan analisis DNA (Deoxyribo Nucleic Acid) pada sampel-sampel tersebut. Dari hasil analisis tersebut, ia mendapatkan data tentang jenis-jenis bakteri yang ada di jaringan payudara. Untuk perempuan dengan tumor, sampel diambil dari jaringan yang tidak terserang tumor.
Hasilnya, beberapa jenis bakteri lebih banyak ditemukan pada sampel jaringan payudara dari perempuan yang memiliki tumor. Beberapa jenis bakteri itu adalah Enterobacteriaceae, Staphylococcus dan Bacillus.
Temuan ini dilanjutkan dengan sebuah eksperimen di laboratorium. Bakteri-bakteri tersebut direaksikan dengan jaringan payudara yang sehat. Hasilnya, dua jenis bakteri yakni Enterobacteriaceae dan Staphylococcus terindikasi memicu kerusakan DNA.
Baca juga: Diet Seperti Ini Disebut-sebut Pakar Bisa Turunkan Risiko Kanker Payudara (up/vit)











































