Selasa, 12 Jul 2016 13:37 WIB

Minum Air Es atau Soda Saat Menstruasi Bikin Darah Haid Membeku, Benarkah?

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - Di masyarakat, kerap ditemui 'pantangan-pantangan' yang harus dihindari wanita yang sedang datang bulan. Sebab, dikhawatirkan jika dilakukan pantangan tersebut bisa berakibat buruk pada sistem reproduksi wanita.

Sebut saja larangan untuk tidak minum air es, soda, dan air kelapa. Lantas, bagaimana tanggapan dokter soal larangan tersebut?

"Nggak ada hubungannya. Kan beda salurannya yaitu saluran pencernaan dan saluran reproduksi. Secara metabolisme pun semua itu nggak ada pengaruhnya ke darah haid," tutur dr Sita Ayu Arumi SpOG dari RS Bunda Jakarta saat berbincang dengan detikHealth, Selasa (12/7/2016).

Soal konsumsi air dingin yang kerap dianggap bisa membuat darah haid beku, menurut dr Sita hal itu pun tidak berhubungan. Sebab, suhu dingin juga sebenarnya hanya terasa di mulut sampai ke tenggorokan. Ketika sampai di lambung dan bercampur dengan cairan tubuh pun suhu air akan menyesuaikan.

Baca juga: Ini Dia 9 Keluhan Saat Menstruasi dan Cara Mengatasinya

Bagaimana dengan konsumsi soda yang juga dianggap bisa membuat haid lebih lancar? dr Sita mengatakan, pada beberapa wanita memang ada yang mengalami hal itu di mana darah haid lebih lancar keluar setelah dia minum soda. Namun, lagi-lagi dr Sita menegaskan itu tidak ada hubungannya.

"Apa yang dimakan dan diminum kan akan diproses di saluran pencernaan terus diserap tubuh. Metabolismenya pun berbeda. Jadi nggak mungkin setelah minum soda langsung lancar begitu haidnya," kata dr Sita.

Sementara, untuk konsumsi air kelapa, menurut dr Sita juga tidak ada kaitannya dengan proses datang bulan. Hanya saja, dr Sita menuturkan pada dasarnya air kelapa baik bagi kesehatan secara keseluruhan karena mengandung ion yang bisa dengan cepat menggantikan cairan tubuh sehingga dehidrasi bisa dihindari.

"Tapi nggak ada kaitannya dengan haid ya. Air kelapa mengandung elektrolit yang baik untuk menggantikan cairan tubuh," pungkas dr Sita.

Baca juga: Siklus Haid Tidak Teratur? Bisa Jadi Gara-gara Berat Badan Berlebih (rdn/up)