Selasa, 12 Jul 2016 19:05 WIB

Penelitian Ini Buktikan Pasta Bisa Turunkan Berat Badan

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: iStock
Jakarta - Pasta, siapa yang tidak tertarik pada makanan asal Italia ini? Meski begitu makanan yang identik dengan spaghetti atau mi ini seringkali dituding menyebabkan kegemukan sehingga cenderung dihindari oleh mereka yang ingin tampil langsing.

Padahal menurut penelitian yang dilakukan George Pounis dan rekan-rekannya di IRCCS Neuromed, Italia, pasta justru bisa membantu menurunkan berat badan.

Peneliti mendasarkan temuannya pada hasil pengamatan terhadap lebih dari 23.000 orang Italia, terutama pada pola makan mereka. Partisipan yang mengalami obesitas rata-rata sudah berusia lanjut dan memiliki status sosioekonomi yang rendah.

Namun ada satu fakta yang menjelaskan mengapa mereka bisa mengalami kegemukan. Belakangan ketahuan bila sebagian besar dari mereka mengonsumsi pasta dalam jumlah lebih banyak dari normal.

"Kalau pastanya dikonsumsi sesuai dengan kebutuhan, maka ini akan berkontribusi terhadap indeks massa tubuh (BMI) sehat, lingkar pinggang yang kecil serta rasio antara pinggang dan panggul yang lebih baik," ungkap Pounis seperti dilaporkan CBS News.

Baca juga: Mau Turun Berat Badan Tanpa Musuhi Karbohidrat? Bisa, Begini Caranya

Pounis menambahkan, nampaknya banyak yang lupa kalau sebenarnya pasta juga merupakan bagian dari diet Mediterania yang menyehatkan. Itu artinya, bila dikonsumsi dalam jumlah yang tidak berlebihan, pasta justru dapat mengurangi peluang terjadinya kegemukan, utamanya penumpukan lemak di perut.

"Kami tidak bisa mengatakan berapa banyak pasta yang dimakan yang kemudian memicu kegemukan. Yang pasti bila ini dikonsumsi secara berlebihan, maka pasta memang bisa menambah berat badan," lanjutnya.

Baca juga: Dampak 'Memusuhi' Karbohidrat Saat Jalani Program Penurunan Berat Badan

Studi lain mengatakan makin bertambah usia seseorang, maka yang bersangkutan akan lebih rentan terkena kegemukan karena ada jenis lemak yang mengalami penurunan kinerja ketika seseorang menua. Tak heran bila sebagian besar partisipan yang mengalami kegemukan adalah yang berusia lanjut.

Di sisi lain, personal trainer dari Ultimate Performance Fitness, London, Jonny Rees, menyebutkan, alih-alih menghindari karbo seperti roti, pasta dan nasi, lebih baik lakukan olahraga.

"Kuncinya, jika Anda tidak berolahraga, karbohidrat yang Anda konsumsi akan disimpan dalam tubuh sebagai lemak. Jadi, Anda tetap bisa mengonsumsi karbohidrat asalkan Anda tetap olahraga. Hal ini bisa membuat tubuh tetap ramping tanpa kehilangan massa otot," pungkas Rees. (lll/up)