Tapi bagi pasien yang rajin minum obat antiretroviral (ARV) dan sudah berhasil menekan jumlah virus di tubuhnya, peneliti mengatakan tak perlu khawatir. Studi terbaru pada 900 pasangan di 14 negara Eropa tak menemukan bukti bahwa seks dapat menyebarkan virus bahkan saat dilakukan tanpa kondom pengaman.
Pemimpin studi dr Alison Rodger dari University College London mengatakan hal tersebut semakin memberikan bukti bahwa terapi ARV efektif sebagai langkah pencegahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kini langkah besar berikutnya adalah bagaimana mendorong tes diperluas. Mengajak orang-orang untuk memeriksakan diri dan memberikannya pengobatan," kata dr Rodger seperti dikutip dari Reuters, Rabu (13/7/2016).
Dari 900 pasangan dalam studi, 11 orang yang tadinya sehat sebetulnya kemudian terdeteksi terkena HIV. Namun peneliti menganulirnya karena tes laboratorium lebih jauh menunjukkan strain HIV berbeda dari pasangan masing-masing, menunjukkan mereka terinfeksi bukan dari aktivitas seksnya.
Seberapa rendah jumlah virus HIV yang harus dimiliki seorang pasien sampai bisa dibilang aman adalah sampai tak terdeteksi pada tes darah. "Menurut saya apa yang bisa diambil adalah bahwa studi ini membawa berita baik. Tapi perlu dimengerti bahwa bukan berarti risikonya benar-benar nol," kata peneliti biomedis Daar dari Harbor-UCLA Medical Center mengomentari studi.
Baca juga: Belasan Anak dengan HIV-AIDS di Solo Terlunta-lunta (fds/vit)










































