Kamis, 14 Jul 2016 09:06 WIB

Kampanye Dampak Buruk Sinar Matahari Digalakkan, Jumlah Kasus Melanoma Turun

Puti Aini Yasmin - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - Melanoma dikenal sebagai salah satu jenis kanker kulit yang ganas. Apalagi, keberadaannya yang kerap tak disadari membuat melanoma sering terlambat didiagnosis.

Namun, baru-baru ini diketahui bahwa kasus melanoma mengalami penurunan setelah kampanye tentang dampak buruk paparan sinat matahari. Menurut Australian Institute of Health and Welfare (AIHW), kanker kulit yang dialami oleh orang di bawah umur 40 tahun mengalami penurunan lebih dari 30 persen dari tahun 2002 sampai 2016.

AIHW mengabarkan bahwa kampanye mengenai dampak buruk paparan sinar matahari sudah mengalami penurunan. Dalam 2002 ada 13 kasus per 100.000 orang, dibandingkan pada tahun 2016 terdapat 9 kasus per 100.000 orang.

Seperti dikutip dari ABC News, Kamis (14/7/2016), tahun ini diperkirakan hampir 1.800 orang didiagnosis melanoma yang berpotensi menyebabkan kematian.

Baca juga: Di Stadium Lanjut, Melanoma Bisa Menyebar Hingga Otak

Orang yang didiagnosis kanker melanoma memiliki 90 persen kesempatan bertahan hidup sedikitnya selama lima tahun. Sedangkan pasien kanker jenis lain hanya memiliki kesempatan 67 persen.

"Pada tahun 2016 diperkirakan 560 orang akan meninggal akibat kanker non-melanoma dengan tingkat kematian 1,9 per 100.000 orang," ungkap Justin Harvey, juru bicara AIHW.

Dalam kurun waktu 2013-2014, tercatat ada lebih dari 23.400 orang yang menjalani rawat inap akibat melanoma di rumah sakit di Australia. Jumlah jni meningkat sebesar 63 persen dibandingkan tahun 2002-2003.

Sementara, dilansir Daily Mail, untuk terapi melanoma, percobaan pemberian obat kombinasi nivolumab dan iplimumab berhasil menyembuhkan 22 persen dari 142 pasien melanoma di Inggris.

"Obat bekerja bersama sistem kekebalan tubuh pasien untuk dapat menyerang sel kanker dengan kekuatan lebih. Namun penggunaan dosis ganda dapat meningkatkan efek samping," tutur dr James Larkin dari The Royal Marsden Hospital, London.

Baca juga: Pada Wanita Hamil, Kanker Kulit Bisa Jadi Lebih Ganas


(rdn/vit)