Dalam siaran pers, Bio Farma selaku penyedia vaksin resmi untuk pemerintah menyebut vaksin yang digunakan adalah vaksin polio, DT, dan Pentabio. Vaksin polio untuk penyakit polio, DT untuk difteri dan tetanus, sedangkan Pentabio adalah kombinasi untuk difteri, tetanus, pertusis, hepatitis B, dan influenzae B.
Ketiganya dipastikan oleh M. Rahman Rustan selaku Corporate Secretary Bio Farma aman untuk digunakan karena telah teruji secara internasional dan diakui oleh World Health Organization (WHO). Mulai dari bahan baku, proses produksi, fasilitas penyimpanan, hingga distribusi semua diawasi secara ketat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Mengapa Ada Vaksin yang 'Bikin Panas' dan Tidak? Begini Penjelasannya
"Lalu sebelum produk diedarkan, dilakukan beberapa tahap pengujian preklinis dan uji klinis yang ketat. Setelah memperoleh izin edar setiap batch produk pun diuji BPOM," kata Rustan seperti dikutip dari siaran pers, Senin (18/7/2016).
Tahap pengujian yang diberlakukan pada vaksin lebih detail dijelaskan lagi seperti pemberian vaksin pada orang dewasa untuk mencatat reaksi tubuh, uji pada populasi kunci (bayi dan anak-anak), serta pengawasan pasca pasar untuk melihat efektivitasnya."Semua reaksi yang timbul dicatat dengan detail, juga dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk melihat fungsi hati, ginjal dan atau organ tubuh lainnya," kata Rustan.
Baca juga: Tiga Teknologi Vaksin dari Biofarma yang Sulit Dipalsukan
(fds/vit)











































