Selasa, 19 Jul 2016 12:34 WIB

Kerusakan Otak Menghantui Para Mantan Pegulat Profesional

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Lebih dari 50 mantan pegulat profesional menggugat World Wrestling Entertainment (WWE). Perusahaan tersebut dianggap menyembunyikan risiko cedera kepala yang berulang serta dampaknya pada kerusakan otak.

Termasuk dalam daftar para penggugat adalah mantan bintang WWE Jimmy Snuka (Superfly), Joseph Laurinaitis (Road Warrior Animal), dan Paun Orndorff (Mr Wonderfull). Mereka menuntut kompensasi dan hukuman, serta peningkatan monitoring medis.

Para mantan pegulat meyakini ada keterkaitan antara cedera kepala dengan penyakit degeneratif yang mereka alami di otak. Akibat benturan yang berulang selama aktif menjadi pegulat di WWE, mereka mengalami chronic traumatic encephalopathy (CTE).

Dikutip dari Mayo Clinic, CTE termasuk kondisi yang sangat langka dan bisa ditemukan pada orang-orang yang melakukan olahraga yang melibatkan kontak fisik. Diagnosisnya hanya bisa ditetapkan melalui autopsi dengan mempelajari bagian tertentu dari otak.

Penyakit ini juga sangat kontroversial dan masih belum benar-benar dipahami. Para ilmuwan belum memiliki data seberapa banyak jumlah kasusnya dalam populasi. Penyebab pasti penyakit ini juga belum diketahui, namun yang pasti tidak ada obat untuk menyembuhkannya.

Baca juga: Cedera pada Kepala Bisa Picu Penyakit Parkinson, Benarkah?

Dalam sebuah pernyataan, WWE menyebut gugatan tersebut akan bernasib sama seperti gugatan-gugatan sebelumnya. Beberapa gugatan yang ditujukan kepada WWE terkait risiko cedera kepala dan gangguan saraf yang diakibatkannya, selama ini diberhentikan.

"Kami percaya diri bahwa gugatan ini akan mengalami nasib yang sama," demikian kata WWE dalam pernyataan tersebut, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (19/7/2016).

Baca juga: Tak Hati-hati, Main di Playground Tingkatkan Risiko Trauma Otak pada Anak (up/vit)
News Feed