Tren Baru Lawan Depresi, Sepakbola Sambil Jalan

Tren Baru Lawan Depresi, Sepakbola Sambil Jalan

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Rabu, 20 Jul 2016 11:08 WIB
Tren Baru Lawan Depresi, Sepakbola Sambil Jalan
Foto: SNS Group Alan Harvey
London - Saat terserang depresi, jangan lantas terpuruk. Ada banyak cara untuk melawan gangguan mental ini. Salah satu yang sedang menjadi tren di Inggris adalah sepakbola sambil berjalan atau walking football.

Pesertanya rata-rata memang berusia 50-60an tahun, atau mereka yang tak sanggup lagi berlari saat mengoper bola atau keliling lapangan. Salah seorang penyelenggara sesi walking football di Newcastleton, Paul Smith mengisahkan, permainan itu tak hanya menarik perhatian mereka yang sudah menggemari bola sejak lama, tetapi juga para pemula.

"Ada yang belum pernah menendang bola sama sekali," katanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas apa yang membedakan walking football dengan sepakbola biasa? Selain metode permainan, sebagian besar pesertanya mengalami gangguan mental, sisanya tinggal sendirian atau mereka yang lebih sering mengurung diri di rumah.

"Namun semenjak ambil bagian dalam permainan ini, kami melihat transformasi pada diri mereka karena adanya peningkatan aktivitas fisik sekaligus interaksi sosial," papar Smith seperti dilaporkan Telegraph.

Sejak diperkenalkan di tahun 2011, Walking Football United mencatat di seluruh penjuru Inggris, sudah ada 660 klub walking football yang terdaftar resmi. Dan manfaatnya terhadap pengidap gangguan mental telah menarik perhatian banyak peneliti kesehatan.

Lewat sebuah riset yang dilakukan di Inggris dan Denmark juga membuktikan bagaimana olahraga ini dapat membantu banyak pria melawan depresi, ansietas atau gangguan kecemasan dan penyakit mental lainnya, terutama di usia-usia pensiun.

"Bagi sebagian orang, pensiun itu seperti kehilangan tujuan hidup. Anda tiba-tiba kehilangan rutinitas dan interaksi sosial yang dilakoni setiap hari selama bertahun-tahun," jelas Steve Rich (55), pendiri Walking Football United.

Baca juga: Bagi yang Hobi Futsal, Hati-hati Pergelangan Tangan Juga Rawan Cedera

Penelitian terbaru yang dilakukan tahun lalu oleh psikolog dari Aston University, Birmingham juga membuktikan walking football tak hanya memperbaiki keseimbangan postur tubuh, menstabilkan tekanan darah dan detak jantung, kadar kolesterol, gula darah dan kepadatan tulang pada pemain berusia 50 tahun ke atas.

Penelitian ini melibatkan dua kelompok pria dan wanita berusia di atas 48 tahun yang bermain walking football sepekan sekali selama 12 minggu.

"Mereka juga mengaku mengalami 'flow' yang tinggi saat bermain sepakbola," imbuh peneliti, Peter Reddy.

Seperti dikutip dari siaran pers Aston University, 'flow' menunjukkan kondisi psikologis seseorang di mana ia merasakan kebahagiaan dan kepuasan. Selain itu, peserta walking football juga dilaporkan mengalami tingkat stres yang rendah. Bahkan peserta mengaku tidak merasakan kelelahan meski permainannya tergolong melelahkan untuk pria-pria paruh baya.

"Banyak juga yang mengatakan ini memberi mereka kesempatan melakukan sesuatu yang rasanya mustahil, sehingga kemudian mendorong kesejahteraan mental mereka," terang Reddy.

Baca juga: Cedera ACL Paling Banyak Dialami Atlet Profesional (lll/vit)

Berita Terkait