"Tapi istilah ini sebenarnya terlalu umum dan tidak spesifik menyangkut masalah kulit seperti beruntusan maupun kelainan warna kulit misal belang kehitaman di area bokong," terang dr Eddy Karta, SpKK dari EDMO Clinic Jakarta, beberapa waktu lalu.
Kendati demikian, bagi sebagian orang, pantat burik juga disertai dengan gejala seperti terasa gatal, perih, panas, muncul bengkak, bentol, dan bercak merah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Ini Risikonya Jika Sembarangan Pakai Salep untuk Atasi Pantat Burik
1. Sembuh alami 3 bulan
Menurut dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK dari D&I Skin Centre, Denpasar, yang pertama harus dilakukan adalah dengan mengubah kebiasaan. Artinya, jangan mengulangi kebiasaan yang menyebabkan pantat burik.
"Kalau alami (pantat burik-red) bisa menghilang 2-3 bulan, bisa juga pakai krim-krim perawatan kimiawi sesuai resep dokter untuk mengangkat kulit mati, menyamarkan luka. Biasanya di dokter dikasih krim untuk menghilangkan noda-noda," kata dr Darma.
2. Bisa permanen
Bekas kehitaman pada pantat burik bisa hilang jika ditangani dengan tepat. Namun dr Darma mengatakan jika dibiarkan tanpa perawatan, bekas tersebut bisa merambat dan bahkan membekas permanen seumur hidup
![]() |
3. Disebabkan oleh jamur
dr Darma mengatakan pantat burik biasanya terjadi karena jamur. Jamur di pantat sering muncul jika daerah tersebut sering lembab karena keringat. Oleh karena itu, orang yang mudah berkeringat serta orang gemuk menurutnya lebih berisiko memiliki pantat burik.
4. Ada hubungan dengan pakaian
Terlalu banyak duduk tidak menyebabkan pantat burik secara langsung. Tetapi pada beberapa kasus, pakaian dalam yang tidak pas dan bahannya kasar dapat mengiritasi dan menimbulkan kelainan warna pada kulit pantat. Apalagi bila duduk seharian pada kursi yang keras sehingga menimbulkan iritasi.
5. Bayi lebih rentan
dr Darma membenarkan bahwa pada dasarnya bayi memang rentan mengalami pantat burik, terutama yang disebabkan oleh jamur.
"Kalau pada bayi penyebabnya bukan cuma pewangi tapi juga bisa karena urine yang menempel di diaper. Awalnya timbul gatal-gatal, jika terus berulang, jadinya akan muncul bintik di pantatnya, dan akhirnya berbekas," ungkapnya.
Baca juga: Beragam Cara untuk 'Membasmi' Pantat Burik
(mrs/vit)












































