Jumat, 29 Jul 2016 12:12 WIB

Ilmuwan Klaim Wanita Menopause Bisa Punya Bayi Lagi dengan Terobosan Ini

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Athena - Di saat seorang wanita memasuki usia menopause, ia takkan lagi bisa menghasilkan keturunan. Namun sekelompok peneliti mengklaim hal ini bisa 'diputarbalikkan' lho.

Adalah Konstantinos Sfakianoudis dan timnya dari sebuah klinik kesuburan dari Yunani bernama Genesis Athens. Mereka mengaku menemukan cara untuk meremajakan ovarium pasca menopause sehingga yang bersangkutan bisa hamil dan memiliki anak lagi.

Kuncinya ada pada platelet-rich plasma (PRP), campuran senyawa dalam darah yang dapat membantu sel-sel tumbuh dan merangsang terjadinya regenerasi jaringan. Senyawa ini biasanya digunakan untuk mempercepat pemulihan luka.

Oleh Sfakianoudis dan timnya, PRP ini lantas coba disuntikkan pada ovarium wanita lansia. Dari ujicoba itu, peneliti mengklaim PRP tadi dapat memulai kembali siklus menstruasi pada si lansia.

"Saya punya pasien yang sudah menopause lima tahun lalu, usianya 40 tahun. Enam bulan setelah tim kami menyuntikkan PRP ke dalam ovariumnya, ia merasakan menstruasi lagi," ungkap Sfakianoudis kepada New Scientist.

Baca juga: Berkat Ovarium Masa Kecil, Kesuburan Wanita Ini Kembali Pulih

Sebagai tindak lanjutnya, tim Sfakianoudis kini telah mengambil tiga sel telur dari pasien, dan dua di antaranya telah berhasil dibuahi dengan menggunakan sperma suaminya. Bila ketiganya berhasil dibuahi, barulah peneliti akan menanamkannya ke dalam embrio si pasien.

Dalam percobaan lain, Sfakianoudis menyuntikkan PRP ke dalam rahim enam wanita yang berulang kali mengalami keguguran dan gagal menjalani prosedur bayi tabung. Setelah itu, tiga di antaranya dinyatakan hamil dengan bayi tabung, dan saat ini usia kehamilannya sudah memasuki trimester kedua.

Sfakianoudis menambahkan, prosedur ini juga diberikan kepada 30-an wanita berusia 46-49 tahun yang ingin memiliki keturunan. Sejauh ini, prosedur tersebut terbukti efektif pada dua-pertiga kasus aja.

"Kami memutuskan untuk tidak menanamkan embrio ke tubuh pasien yang post-menopause terlebih dahulu, tapi kami berharap bisa melakukannya juga," tutupnya.

Itulah mengapa prosedur ini masih harus dikaji lebih mendalam lagi, semisal untuk memastikan keamanannya, termasuk ketika nantinya berhasil dibuahi dan menjadi embrio, sebab menanamkan embrio pada wanita yang sudah menopause juga bukannya tanpa risiko.

Namun Sfakianoudis meyakini bahwa metode ini memberikan harapan pada wanita-wanita yang sudah menopause agar bisa hamil dengan cara alami, yaitu menggunakan materi genetik mereka sendiri.

Baca juga: Ajaib! Wanita yang Sudah Menopause Ini Bisa Hamil Lagi Setelah Kecelakaan (lll/vit)