"Rasanya sangat membosankan. Saya merasa sakit bila mengingat hari Senin pagi harus kembali. Semua aspeknya sama. Perjalanan bolak-balik setiap hari, orang-orang yang sama, dan makanan yang sama. Anda masuk pagi hari dan duduk saja," ujar Desnard seperti dikutip dari BBC, Selasa (2/8/2016).
Cerita Desnard menarik perhatian publik tapi apakah ada alasan masuk akal dibaliknya? Ahli psikologi Dr Sandi Mann dari University of Central Lancashire berkomentar kemungkinan pokok masalahnya adalah stres.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pekerjaan adalah salah satu sumber signifikan untuk stres dan hal ini berlaku tak hanya untuk jenis pekerjaan yang intens saja tetapi kadang juga yang membosankan. Mann mengatakan dampaknya memang tak main-main bisa mengurangi usia harapan hidup seperti dibuktikan oleh studi pada 7.000 pegawai negeri Inggris.
Apa yang membuat usia harapan hidup para pegawai tersebut berkurang sebetulnya bukan karena pekerjaan mereka langsung. Orang-orang yang bosan cenderung mencari stimulasi dari hal-hal seperti makanan tak sehat, minuman alkohol, narkoba, dan perilaku berisiko lainnya.
Pada kasus Desnard, Mann mengatakan penting bagi suatu organisasi untuk menghadapi isu kebosanan secara serius.
Baca juga: Pekerjaan dengan Kualitas Rendah Memperburuk Kesehatan Mental
(fds/vit)











































