Selasa, 02 Agu 2016 16:44 WIB

Meski Jadi Harapan Baru Dunia Medis, Jangan Sembarang Percaya Klaim Stem Cell

Puti Aini Yasmin - detikHealth
Ilustrasi peneliti stem cell (Foto: Thinkstock) Ilustrasi peneliti stem cell (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Stem cell (sel punca) menjadi topik hangat yang sering dibicarakan banyak orang. Teknologi ini menjadi harapan baru di dunia medis. Kini bahkan di pasaran sering beredar produk yang dibuat dari stem cell dan diklaim punya banyak manfaat.

Dr dr Fonny Josh, SpBP-RE(KBM), Ketua Komite Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik Indonesia (PERAPI) 2016, mengingatkan agar masyarakat lebih cerdik dalam memilih dokter yang berkompeten. "Jangan mudah percaya pada stem sel yang dijual bebes di masyarakat karena prosedur stem sel tidak semudah itu," pesannya.

Dikatakan dia, stem cell tidak bisa disimpan sembarangan. Karena stem cell merupakan sel hidup yang dapat mati, maka harus ditempatkan di tempat khusus dengan suhu di bawah nol derajat, yakni sekitar minus 80 atau minus 180 derajat Celcius. Ada pula yang menyebut disimpan di suhu minus 196 derajat Celcius.

Umumnya stem cell akan disimpan dalam nitrogen cair di sebuah alat yang disebut sebagai cryotank, sehingga sel tetap dalam kondisi baik dan stabil.

Dijelaskan dr Fonny, stem cell adalah sel hidup yang mempunyai kemampuan self renewal atau yang dapat memperbaharui diri sendri. Stem cell mempunyai kemampuan untuk berubah sesuai dengan di mana sel itu ditempatkan.

Baca juga: Semakin Berkembang di Indonesia, Terapi Stem Cell Tak Perlu Lagi ke Singapura

"Jika ditempatkan atau disuntikkan di kulit maka stem cell akan berubah menjadi kulit atau pada jantung maka akan berubah menjadi sel jantung. Itulah keistimewaan stem cell," terang dr Fonny dalam acara temu media PIT PERAPI 2016 Hotel Borobudur, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/8/2016).

Dijelaskan bahwa stem cell dapat digunakan untuk kecantikan seperti anti aging, menghilangkan bekas luka hingga implan payudara. Terapi dengan menggunakan stem cell sekarang ini dikenal dengan regenerative medicine, yaitu terapi dengan tujuan memperbaharui atau memperbaiki sel/jaringan yang rusak atau tidak berfungsi. Leukemia, anemia, thalassemia dan cerebral palsy disebut bisa diterapi menggunakan stem cell.

Saat ini stem cell bisa didapat dari tali pusat, sumsum tulang belakang, darah tepi, jaringan lemak dan sel masing-masing organ.

Baca juga: Patut Bangga, Indonesia Kini Miliki Lab Pengolahan Stem Cell Pertama

(vit/vit)
News Feed