Ibu Ini Manfaatkan Pokemon Go untuk 'Terapi' Anaknya yang Autis

Ibu Ini Manfaatkan Pokemon Go untuk 'Terapi' Anaknya yang Autis

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Rabu, 03 Agu 2016 10:32 WIB
Ibu Ini Manfaatkan Pokemon Go untuk Terapi Anaknya yang Autis
ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Pokemon Go, permainan berbasis augmented reality yang sedang naik daun ini rupanya tidak hanya diklaim mampu menurunkan berat badan. Seorang ibu di Inggris mengaku permainan ini membantu putranya yang autis.

Sang putra bernama Adam Barkworth. Karena autisme, ia kesulitan untuk keluar rumah dan bersosialisasi dengan orang lain. Bahkan ia harus didampingi seseorang jika ingin beraktivitas seperti remaja lainnya, biasanya sang ibu sendiri, Jan.

Hingga minggu lalu Jan mengunduh permainan itu untuk Adam. Ia sendiri terkejut dengan perkembangan sosial Adam yang begitu pesat begitu memainkan Pokemon Go.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagaimana tidak, Adam selama ini hanya mau menghabiskan waktunya di dalam kamar. Ia bahkan enggan duduk bersama keluarganya karena tak tahan dengan adik-adiknya yang berisik. Tetapi begitu bermain Pokemon Go, Adam mau keluar rumah dan bersosialisasi dengan orang lain, dan ini adalah untuk pertama kali dalam seumur hidupnya.

"Senin malam itu, kami pergi ke taman dan bertemu seorang wanita muda yang juga sedang main Pokemon. Ia juga berjalan bersama kami, dan Adam mengatakan beberapa patah kata kepadanya, sesuatu yang belum pernah dilakukannya," kisah Jan seperti dilaporkan Mirror.

Tak hanya itu, remaja berusia 17 itu juga tak lagi enggan ketika diajak makan malam di luar bersama keluarganya, dan fakta ini membuat Jan geleng-geleng kepala. Ia bahkan bisa membuat joke atau guyonan berbau Pokemon di hadapan keluarganya.

"Ia seperti anak yang berbeda," imbuh Jan yang tinggal di Stockport, Greater Manchester.

Perubahan luar biasa itu makin memotivasi Jan untuk mengajak putranya ke even Pokemon Meet Up agar ia bisa bertemu dan berinteraksi dengan jejaring yang lebih luas, tak peduli meski Jan sudah bosan mendengar Adam yang tak berhenti membicarakan Pokemon.

"Kami berharap ada yang mau menyapanya terlebih dulu bila ada melihatnya bermain Pokemon. Jangan berharap ia akan membalas, tetapi berinteraksi dengan orang adalah kesempatan yang baik untuknya," pungkas Jan seperti dilaporkan Manchester Evening News.

Baca juga: Dokter Ortopedi Ingatkan Risiko Cedera di Balik Demam Pokemon Go

Dikutip dari autism.org.uk, karena permainan ini masih tergolong baru, belum bisa dipastikan apakah Pokemon Go benar-benar cocok untuk setiap penyandang autisme karena hanya sebagian saja yang membuktikan manfaatnya.

Saat dimainkan, lembaga ini berharap untuk tetap waspada terhadap berbagai risiko yang ada saat bermain seperti menghindari lalu lintas yang padat atau mendatangi tempat-tempat yang sekiranya tidak aman untuk menangkap Pokemon.

Baca juga: Saran Psikolog Jika Ortu Hendak Bolehkan Anak Main Pokemon Go (lll/vit)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads