Kamis, 04 Agu 2016 11:02 WIB

Idap Penyakit Autoimun, Gadis Ini Alami Kebotakan di Usia 20 Tahun

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock Foto: ilustrasi/thinkstock
Poole, Inggris - Usianya masih muda, 20 tahun. Tapi, Katie-Ann Moore sudah mengalami kebotakan. Kondisi tersebut dipicu penyakit autoimun alopecia aerata yang diidapnya.

Awalnya, di bulan Maret tahun ini Katie harus menghadapi berbagai ujian dan juga masalah yang harus ia selesaikan. Apa yang ia alami membuatnya stres dan saat itulah rambutnya mulai rontok. Hingga di bulan Mei, Katie didiagnosis alopecia areta dan lebih dari 70 persen rambutnya sudah rontok.

"Dulu saya memiliki rambut panjang berwarna pirang yang amat saya cintai. Tapi kini, karena penyakit itu rambut saya rontok dan saya memutuskan untuk mencukur habis sisa rambut saya. Kini, saya butuh wig supaya saya bisa nyaman saat pergi tanpa adanya tatapan aneh dari orang lain," tulis Katie dalam situs galang dana Go Fund Me.

Namun, kehidupannya sebagai mahasiswa membuat Katie merasa kesulitan untuk membeli wig tersebut. Maka dari itu, Katie berharap lewat situs Go Fund Me, donasi bisa terkumpul. Benar saja, hingga saat ini sudah terkumpul dana Rp 9,3 juta dari target Rp 8,5 juta.

Dilaporkan Daily Mail, dokter Katie mengatakan kerontokan akibat alopecia aerata juga dipengaruhi tingkat stres yang dialami Katie. Alopecia aerta sendiri merupakan penyakit autoimun di mana kebotakan bisa muncul di tubuh atau kulit kepala.

Baca juga: Botak yang Tidak Biasa Karena 5 Penyakit Rambut

Akibat kebotakan yang dialami, Katie sempat terpukul hingga ia tak mau bersosialisasi dengan teman-temannya. Hingga suatu hari Katie tinggal di rumah ayahnya, Danny (45) dan saat itulah sang ayah menyadari makin banyak area di kepala Katie yang botak. Untuk itu, Katie memotong rambutnya menjadi pendek.

Dengan penampilan baru, Katie menemukan kembali kepercayaan dirinya. Sayang, saat kembali ke kampus, lagi-lagi kerontokan terjadi. Akhirnya, Katie kembali ke dokter dan saat itulah ia mendapat diagnosis alopecia aerata.

"Saya pun memutuskan membotaki seluruh kepala saya. Meski awlanya ayah ragu membantu saya mencukur rambut, tapi dia melakukannya. Saat kembali ke kampus dengan kepala botak, saya tahu orang menatap saya. Tapi berkat dukungan teman saya yang berjanji akan berteriak atau melompat guna mengalihkan perhatian orang lain, saya merasa terbantu sekali," kata Katie, dikutip dari Mirror.

"Sekarang kepercayaan diri saya datang dan pergi. Saat bersama teman-teman, mereka meyakinkan saya cantik. Tapi saat sendirian, saya merasa malu. Untuk itu, saya amat membutuhkan wig supaya bisa nyaman saat keluar tanpa adanya tatapan aneh dari orang lain," pungkasnya.

Baca juga: Stres Bikin Rambut Rontok dan Cepat Beruban, Mitos atau Fakta?


(rdn/vit)
News Feed