Senin, 15 Agu 2016 17:32 WIB

Ada Penyuluhan Kesehatan, Posyandu Bukan Sekadar Tempat untuk Menimbang Balita

Puti Aini Yasmin - detikHealth
Foto: Puti Aini Yasmin Foto: Puti Aini Yasmin
Jakarta - Kunjungan masyarakat ke posyandu belum seperti yang diharapkan. Apalagi selama ini masih ada anggapan bahwa posyandu hanya sekadar tempat untuk menimbang berat badan balita.

Dituturkan dr Alwia Assagaf, M.Kes, dirinya dan tenaga kesehatan (nakes) lain kerap mengedukasi masyarakat untuk tidak segan datang ke posyandu. Tapi belum semua orang bersedia datang untuk mendapat penyuluhan kesehatan di posyandu.

"Kunjungan ke posyandu kurang, di bawah 70 persen, padahal seharusnya 85 persen," ujar dr Alwia saat ditemui dalam acara penganugerahan tenaga kesehatan teladan di puskesmas tingkat nasional tahun 2016 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (15/8/2016).

Selain itu, lanjut perempuan berkerudung ini, ada kecenderungan masyarakat lebih suka berkonsultasi ke dokter. Namun kerap kali dokter di puskesmas terdekat tidak cukup. Beberapa orang lebih lebih suka berkonsultasi ke dokter di rumah sakit besar. Untuk keperluan ini bahkan mereka rela keluar uang cukup banyak.

"Kadang-kadang masyarakat masih ingin ketemu dokter dan jika masyarakat datang ke posyandu mereka hanya berpikir hanya untuk menimbang, padahal mereka juga dapat penyuluhan," sambung dr Alwia yang mengabdi di Puskemas Siko, Ternate, Maluku Utara.

Menurutnya, Siko berada di lembah kaki gunung Gamalama. Masyarakat setempat yang hendak menuju ke rumah sakit besar harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit lantaran perlu menyewa kapal dan untuk keperluan bahan bakar kapal.

Baca juga: Pengetahuan Gizi Rendah, Peran Posyandu dan Sekolah Perlu Ditingkatkan

Tantangan dr Alwia lainnya selama mengabdi adalah mengatasi penyakit akibat kepadatan penduduk seperti Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), diare dan penyakit endemis yaitu malaria. Khusus untuk malaria, ada target yang ingin dicapai Kota Ternate yakni mengeliminasi malaria sehingga Ternate bebas dari malaria.

Pada 2017 mendatang, akan digelar pula Jambore Nasional Malaria di Ternate yang akan digelar bertepatan dengan Hari Malaria Sedunia, 25 April. Tema utama jambore terkait kebijakan strategis mencegah malaria.

dr Alwia menambahkan dalam upaya Ternate bebas dari malaria, perlu dilakukan pendataan penyakit. "(Didata) apakah dari luar daerah atau dalam daerah. Dan yang paling penting melakukan preventif dan promotif," ucap dr Alwia.

dr Alwia dan segenap tenaga kesehatan di Ternate pun selalu mengingatkan masyarakat agar hidup bersih dan sehat. Apalagi mayoritas warga Ternate bekerja sehingga sedikit waktunya untuk memperhatikan pemberikan gizi dan pendidikan anaknya dengan baik.

"Harapannya mereka mau, mereka punya kesadaran dan melaksanakan hidup sehat," tutup dr Alwia.

Baca juga: Kegiatan di Posyandu Lansia, Cek Kesehatan Hingga Kumpul Seru Bareng Teman

dr Alwia adalah salah satu dari 216 nakes yang berasal dari 34 provinsi yang mendapat apresiasi dan penghargaan dari Menkes atas peran sertanya di bidang kesehatan. Penghargaan ini diharapkan mampu memotivasi dan meningkatkan kinerja nakes dalam memberikan pelayanan kesehatan profesional kepada masyarakat. (vit/vit)
News Feed