dr Muhammad Rhadian Arief, SpBS dari RS Medistra, mengatakan stroke merupakan komplikasi dari penyakit lain dan bukan merupakan penyakit utama. Sehingga, orang yang rentan terkena stroke adalah orang yang memiliki faktor risiko. Nah, faktor risiko penyebab stroke pun dibagi menjadi dua, yaitu faktor risiko yang bisa dikontrol dan faktor risiko yang tidak bisa dikontrol.
"Yang bisa kita kontrol, misalnya obesitas bisa dengan diet, kolesterol tinggi bisa dengan jaga makan, tekanan darah tinggi bisa dengan obat atau jaga makan. Nah, kalau yang nggak bisa kita kontrol adalah turunan dan gangguan pembuluh darah di otak yang memang lemah sejak lahir," ucap dr yang akrab disapa dr Andra ini kepada detikHealth baru-baru ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dihubungi terpisah, dr Rocksy Fransisca, SpS dari RS Siloam, Jakarta, mengatakan stroke dapat menyerang siapa saja yang memiliki faktor risiko. Ia mengatakan, faktor risiko yang paling sering adalah darah tinggi, merokok, serta obesitas dan gaya hidup tidak sehat.
Terkait dengan usia yang rentan terkena stroke, Dr dr Rizaldy Pinzon, MKes, SpS dari RS Bethesda, Yogyakarta, mengatakan saat ini ada perubahan tren usia stroke seperti pasien yang stroke kini sering dijumpai di usia 30-40 tahun. dr Pinzon mengungkapkan dari data register yang ia peroleh, terdapat 16 persen pasien berusia di bawah 65 tahun dari 4500 pasien stroke.
Sedangkan, dr Andra menjelaskan pasien yang terserang stroke di usia muda dikarenakan memiliki gaya hidup yang modern serta pola makan yang tidak sehat. Sepanjang praktiknya pun, dr Andra menemukan pasien termuda yang mengalami stroke akibat darah tinggi yakni beruisa 21 tahun. Sedangkan, stroke akibat gangguan pembuluh darah pernah ia temui pada pasien balita.
Baca juga: Pekerjaan Apa Sih yang Rentan Picu Stroke?
(rdn/vit)











































