Pada Pasien Diabetes, Gula Darah Tak Terkontrol Bisa Turunkan Fungsi Otak

Pada Pasien Diabetes, Gula Darah Tak Terkontrol Bisa Turunkan Fungsi Otak

Puti Aini Yasmin - detikHealth
Rabu, 31 Agu 2016 10:32 WIB
Pada Pasien Diabetes, Gula Darah Tak Terkontrol Bisa Turunkan Fungsi Otak
Foto: ilustrasi saraf otak
Jakarta - Mengontrol gula darah tetap stabil penting bagi pasien diabetes. Sebab, ketika kadar gula darah terus-terusan tinggi, fungsi mengingat pun bisa terpengaruh.

Baru-baru ini, studi di University of South Florida, Tampa, mengungkapkan bahwa orang yang dengan kadar gula darah tinggi memiliki penurunan dalam kemampuan mengingat atau hanya dengan memori episodik. Peneliti ini melakukan pemeriksaan kepada partisipan melalui empat rangkaian tes yang dilakukan dari tahun 2006-2012.

Penelitian ini melibatkan 950 orang dewasa dengan penyakit diabetes dan 3.496 orang tua tanpa gangguan penyakit. Hasilnya, partisipan yang memiliki diabetes dan kadar gula darah tinggi memiliki nilai yang buruk pada tes memori bagian pertama di awal studi. Pada akhir studi pun partisipan dengan diabetes mengalami penurunan nilai yang cukup besar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami percaya gabungan dari diabetes dan gula darah yang tinggi dapat meningkatakan risiko masalah kesehatan," ucap ketua studi, Colleen Pappas, sekaligus peneliti penuaan di University of South Florida, Tampa.

Dikutip dari Reuters, partisipan melakukan tes darah pada awal studi untuk mengukur tingkat gula darah atau tes hemoglobin A1c. Tes ini dilakukan untuk melihat persentase dari hemoglobin yang dilapisi kadar gula dengan keterangan di atas 6,5 persen tanda dari diabetes.

Baca juga: Simpel, Cara-cara Ini Bisa Jauhkan Anda dari Diabetes

Orang tanpa gangguan diabetes memiliki rata-rata A1c di tingkat 5,6 dan dianggap dalam keadaan sehat. Namun, pasien dengan diabetes memiliki rata-rata A1c di tingkat 6,7 yang artinya memiliki risiko mengalami komplikasi penyakit.

Penelitian yang diterbitkan di Journal of Epidemiology and Community Health ini juga melakukan tes memori dengan melakukan tes mengingat kata langsung dan kata pelan untuk menilai perubahan dari fungsi otak selama studi.

"Orang dengan tingkat A1c yang tinggi memiliki nilai yang rendah pada tes memori pertama dan mengalami penurunan nilai dari waktu ke waktu," tutur Pappas.

Sedangkan, Dr joe Verghese, direktur Montefiore-Einstein Center for the Aging Brain, New York yang tidak terlibat dalam studi mengatakan bahwa pasien diabetes mengalami perubahan otak dari waktu ke waktu seperti penyusutan pada area ingatan dan berpikir. Tingkat gula darah yang tinggi dipercaya merusak kesehatan otak.

Untuk menghindarinya, Mark Espelandm, peneliti dari Wake Forest School of Medicine di Winston-Salem, di North California menyarankan untuk menurunkan risiko diabetes bagi kesehatan otak dengan menerapkan hidup sehat dan menjauhi obesitas.

Baca juga: Ketika Ingatan Tak Bisa Hilang, Kisah Mereka yang Memiliki Ingatan Super (rdn/vit)

Berita Terkait