3 Pasien Kanker Meninggal Setelah Mengonsumsi Obat Eksperimental

3 Pasien Kanker Meninggal Setelah Mengonsumsi Obat Eksperimental

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Kamis, 01 Sep 2016 10:03 WIB
3 Pasien Kanker Meninggal Setelah Mengonsumsi Obat Eksperimental
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Terapi atau pengobatan alternatif bagi pasien kanker tidak hanya ada di Indonesia. Negara-negara maju di Eropa dan Amerika juga memiliki terapi dan pengobatan alternatif sesuai kebudayaan dan kepercayaan masing-masing.

Di Jerman, seorang pria diduga memberikan obat eksperimental kepada pasien kanker. Pria yang disebut Klaus R ini memang terdaftar sebagai terapis pengobatan alternatif. Namun alih-alih sembuh, pasien kanker yang datang untuk terapi malah menemui kematian.

"Tiga orang meninggal dan dua lainnya dalam keadaan sekarat di rumah sakit. Mereka merupakan pasien terapis Klaus R yang diberi obat eksperimental 3BP sejak pertengahan Juli lalu," tutur jaksa penuntut dari Kejaksaan Krefeld, Axel Stahl, dikutip dari Reuters.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Takut Operasi dan Mau Berobat ke Alternatif? Sah-sah Saja, Tapi Harus Hati-hati

Kasus ini terjadi di kota Brueggen, sebelah barat Jerman dekat perbatasan dengan Belanda. Sebagian besar pasien memang warga Belanda dan Belgia yang mencari pengobatan alternatif setelah divonis mengidap kanker stadium lanjut.

Investigasi dilakukan setelah keluarga korban melapor ke polisi tentang dugaan malapraktik yang terjadi di klinik terapi milik Klaus R. Pasien mengalami penurunan kondisi secara drastis sejak 19 Juli 2016 dan akhirnya meninggal tak sampai satu bulan kemudian.

Dua orang pasien lainnya kini sedang menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Diketahui bahwa Klaus memberikan obat 3BP kepada pasien, meskipun ia menyadari 3BP belum melalui uji klinis dan tidak boleh diberikan kepada manusia.

"3BP merupakan obat eksperimental yang masih dalam tahap uji coba dan belum terdaftar sebagai obat yang digunakan untuk terapi kanker," tandas Stahl lagi.

Baca juga: Operasi Katarak Ceroboh, 15 Warga India Jadi Buta Permanen

Investigasi masih akan berlanjut hingga beberapa pekan ke depan. Jaksa dan polisi masih menyelidiki kandungan apa saja yang ada di dalam obat tersebut dan efeknya bagi pasien kanker secara umum. (mrs/vit)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads