Senin, 05 Sep 2016 14:29 WIB

Kaya Serat Hingga Sumber Antioksidan, Ini Aneka Manfaat Sehat Ubi Ungu

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - Umbi-umbian seperti ubu jalar bisa menjadi salah satu alternatif bahan makanan pokok selain beras. Apalagi, ubu jalar ungu kaya akan antioksidan yakni betakaroten dan antosianin.

Guru Besar Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor Prof Dr Ir Ali Khomsan, MS, mengungkapkan ubi jalar bisa dimanfaatkan untuk upaya diversifikasi pangan. Produksi ubi jalar di Indonesia rata-rata 2 ton per tahun 2 ton dengan produktivitas sampai 14 hektar di tahun 2012. Prof Ali mengatakan jumlah ini di atas produktivitas dunia.

"Ubi jalar mengandung antioksidan berupa betakaroten dan antosianin. Perbandingan ubi jalar putih, kuning dan ungu, kandungan betakarotennya yaitu 260, 2.900, dan 9.900. Sedangkan, perbandingan kandungan antosianinnya yakni 0,06, 4,56 dan 110,51," kata Prof Ali dalam temu media di Penang Bistro, Pakubuwono, Jakarta Selatan, Senin (5/9/2016)

Prof Ali mengatakan, keunggulan yang dimiliki ubi jalar ungu di antaranya mengandung karbohidrat komples. Dan indeks glikemik (IG) rendah dengan nilai 44 dari rentang 0-100. Maknanya, lanjut Prof Ali, perubahan energi menjadi glukosa tidak terlalu cepat.


Baca juga: Daun Ubi Jalar Dikabarkan Mujarab Atasi Demam Berdarah, Benarkah?

"Dengan IG rendah, ini sangat baik untuk atasi persoalan diabet dan obesitas. Lalu, ubi jalar ungu juga kaya serat sehingga mampu mencegah sembelit dan menyerap kelebihan lemak. Konsumsi serat kita cuma 10,5 gram padahal harusnya 20-30 gram," kata Prof Ali.

Ia menambahkan, ubi jalar ungu juga bersifat non-gluten. Sehingga, ubi jalar ungu aman dikonsumsi oleh mereka yang memiliki celiac disease. Hal terpenting, ubi jalar ungu mengandung betakaroten dan antosianin yang bisa menjadi antioksidan.

Prof Ali menjelaskan, antosianin adalah senyawa polifenol yang memberi pigmen pada tumbuhan. Antodianin selain bersifat sebagai antioksidan juga bisa menjadi zat antiinflamasi yang merelaksasi pembuluh darah. Sehingga, pembuluh darah tidak kaku. Dengan pembuluh darah yang lentur, maka tidak mudah terjadi penumpukan kolesterol.

"Ubi jalar bisa jadi functional food yaitu makanan yang punya khasiat kesehatan di luar kandungan gizinya. Dengan antosianin, ubi jalar ungu dapat diklaim menjadi makanan fungsional yang perlu untuk mempertahankan kesehatan," pungkas Prof Ali.

Baca juga: Studi: Konsumsi Ubi Jalar Bisa Kurangi Risiko Anak Terserang Diare

(rdn/vit)