Terkait hal tersebut studi terbaru oleh lembaga Cochrane menemukan suplemen vitamin D tampaknya bisa dimanfaatkan pasien karena mampu mengurangi risiko serangan asma parah. Peneliti mengetahuinya setelah mengkaji sembilan uji klinis yang melibatkan 435 anak-anak dan 658 orang dewasa selama setahun.
Pemimpin studi Professor Adrian Martineau mengatakan pada para pasien suplemen vitamin D diberikan langsung di antara obat asma. Hasilnya diketahui kunjungan ke rumah sakit atau IGD karena serangan asma bisa berkurang dari 6 persen jadi 3 persen dan tingkat serangan asma dari 0,44 menjadi 0,28 per orang per tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak ada efek samping yang muncul dari partisipan akibat penambahan dosis vitamin D. Hanya saja Prof Adrian mengatakan apabila seseorang ingin mencoba cara ini tetap konsultasikan kepada dokter terlebih dahulu karena studi juga masih belum sempurna.
"Kami tak ingin orang-orang jadi meninggalkan terapi asmanya," kata Prof Adrian seperti dikutip dari BBC, Selasa (6/9/2016).
"Menemui dokter adalah pesan yang ingin kami sampaikan. Saya berpikir tidak bijaksana untuk langsung mengonsumsi vitamin D tanpa mengetahui apakah Anda memang kekurangan atau tidak dan kami juga masih belum tahu batas bawah di mana vitamin D memberikan Anda manfaat," pungkasnya.
Baca juga: 5 Tanda-tanda Seseorang Kekurangan Vitamin D (fds/vit)











































