Awas, Orang yang Mendengkur Saat Tidur Lebih Berisiko Kecelakaan

Awas, Orang yang Mendengkur Saat Tidur Lebih Berisiko Kecelakaan

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Kamis, 08 Sep 2016 09:01 WIB
Awas, Orang yang Mendengkur Saat Tidur Lebih Berisiko Kecelakaan
Foto: thinkstock
Jakarta - Orang yang memiliki kebiasaan mendengkur biasanya tidak sadar jika dirinya mendengkur. Apalagi untuk menyadari ada bahaya yang mengintai mereka, terutama di jalan raya.

Pasien dengan kebiasaan mendengkur identik sebagai penderita obstructive sleep apnoea syndrome (OSAS). Kondisi ini tidak dapat diremehkan karena menjadi indikator dari berbagai gangguan kesehatan.

Bahkan penelitian terbaru yang dilakukan St James's University Hospital, Leeds menemukan, rata-rata pasien dengan OSAS yang tidak terdiagnosis ataupun tertangani berisiko 2-6 kali lebih besar untuk mengalami kecelakaan lalu lintas ketimbang yang tidak mendengkur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Survei dilakukan terhadap 129 pasien OSAS yang belum tertangani, dengan usia rata-rata 53 tahun dan memiliki pengalaman berkendara selama 31 tahun. Pembandingnya adalah 79 orang dengan usia dan pengalaman berkendara yang sama.

Seluruh partisipan menjalani tes dengan simulator mengemudi untuk mengetahui seberapa besar risiko mereka saat berkendara. Dalam tes ini peneliti mengamati standar deviasi responden terhadap lane position (posisi kendaraan saat melaju, yaitu di tengah) mereka.

"Deviasi lane position yang buruk itu pertanda performa mengemudinya buruk, dan kondisi ini bakal lebih buruk pada pasien OSAS yang juga mengalami kegagalan saat berada di simulator," terangnya.

Bahkan dari tes yang sama peneliti juga membuktikan, 20 persen pasien OSAS memiliki lane deviation yang jauh lebih buruk sehingga mereka gagal total dalam tes.

Baca juga: 'Hobi' Mendengkur dan Lelah Sepanjang Waktu, Bisa Jadi Karena Ini

Lantas bagaimana gejala seseorang dengan risiko OSAS? "Dari pengamatan kami, mereka yang terkantuk-kantuk saat berkendara biasanya adalah pasien OSAS," kata salah satu peneliti, Dr Mark Elliott seperti dilaporkan Express.co.uk.

Tetapi hanya dengan melihat kebiasaan seperti terkantuk-kantuk tersebut tidak cukup untuk menilai apakah seseorang mengidap OSAS atau tidak. Untuk itu, peneliti juga merasa perlu dikembangkan tes khusus untuk memastikan keamanan para pendengkur saat berkendara dan dampaknya bagi pengguna jalan lainnya.

Baca juga: Sering Mendengkur? Cobalah Tidur dengan Posisi Miring

Siapa yang patut diwaspadai mengidap OSAS? Pertama, pria, berusia di atas 40 tahun dan kelebihan berat badan, apalagi jika sampai lingkar lehernya besar. Seorang pria dengan lingkar leher di atas 40 cm berisiko lebih tinggi untuk terkena OSAS. Begitu juga dengan yang rahangnya kecil dan lebih rendah, serta yang memiliki kebiasaan merokok.

Gejala lain yang jamak ditemukan pada pasien OSAS adalah dengkuran yang keras dan berisik serta napas yang tidak beraturan ketika tidur, atau beberapa kali tidur terbangun akibat megap-megap atau mendengus.

Tak heran, di Inggris sendiri jika ada seorang pengendara yang terlibat dalam sebuah kecelakaan karena OSAS yang diidapnya, maka ia bisa diadili dan didenda hingga lebih dari 1.000 poundsterling (Rp 17,5 juta).

(lll/vit)

Berita Terkait