Ketika Kista Besar Dikira Benda 'Berbahaya' oleh Keamanan Bandara

Ketika Kista Besar Dikira Benda 'Berbahaya' oleh Keamanan Bandara

Firdaus Anwar - detikHealth
Jumat, 09 Sep 2016 17:30 WIB
Ketika Kista Besar Dikira Benda Berbahaya oleh Keamanan Bandara
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta - Peneliti dalam jurnal JAMA Dermatology melaporkan seorang pasien dengan kista atau hernia besar ke depannya mungkin berisiko untuk diperiksa pihak keamanan ketika bepergian lewat bandara. Hal tersebut karena bandara dunia mulai mengganti mesin pemindai sinar-X dengan mesin pemindai gelombang radio yang bisa menangkap kista sebagai benda mencurigakan.

Seperti yang terjadi pada satu penumpang wanita di bandara Amerika Serikat baru-baru ini. dr Warren Heymann dari Cooper Medical School Rowan University, melaporkan dalam jurnal bahwa sang penumpang memiliki kista kulit dan ia dicurigai oleh keamanan bandara membawa bahan peledak tersembunyi.

Baca juga: Catat, Ini Bedanya Mioma, Kista, dan Endometriosis

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sampai pasien saya menceritakan kisahnya, saya tidak pernah bertemu kasus seperti ini. Sepengetahuan saya hanya ada satu kasus serupa di literatur medis yaitu seorang pria dengan hernia," kata dr Heymann seperti dikutip dari Reuters, Jumat (9/9/2016).

Untuk kasus pasien wanita, dr Heymann akhirnya memberikan surat keterangan dokter yang bisa ditunjukkan sehingga kedepannya ia tidak dicurigai dan diperiksa menyeluruh.

Spesialis radiologi dr Mahadevappa Mahesh dari Johns Hopkins University mengatakan apabila seseorang memiliki kista besar (lebih dari 5 cm) maka alat pemindai bisa menunjukkan gambaran kasar seperti ada benda padat.

Namun demikian kasus kista dicurigai sebagai bahan peledak jarang terjadi. dr Mahesh mengatakan kasus lebih sering apabila pasien sebelumnya menelan materi radioaktif atau nuklir dalam rangka terapi.

"Kami mengira ini kasus yang jarang," pungkas dr Mahesh.

Baca juga: Dokter: Kista Juga Jadi Salah Satu Gambaran Klinis Endometriosis (fds/vit)

Berita Terkait