dr Sugito Wonodirekso, PKK, DK dari Persatuan Dokter Keluarga Indonesia mengatakan gula darah rentan sangat berbahaya karena bisa menyebabkan hilangnya kesadaran dan meningkatkan risiko komplikasi jantung. Apalagi jika gula darah rendah terjadi saat sedang melakukan aktivitas seperti menyetir.
"Kalau sudah keringat dingin, lemas, lunglai, lalu disertai ada mual, mata, mata kunang-kunang, itu gejala hipoglikemia. Harus berhenti melakukan aktivitas dan mendapatkan pertolongan pertama," tutur dr Sugito, dalam acara Grand Kalbe Academia, di Hotel Westin, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijelaskan dr Sugito, secara umum seseorang dikatakan mengalami hipoglikemia ketika gula darahnya berada di bawah 70 mg/dL. Namun angka ini bukan patokan resmi. Ada beberapa pasien diabetes yang masih merasa nyaman meskipun gula darahnya di bawah angka tersebut.
Karena itu menurut dr Sugito, hal utama yang harus diperhatikan adalah gejala yang muncul seperti disebutkan sebelumnya. Jika sudah mengalami keringat dingin, lunglai dan mual, sebaiknya segera diberi pertolongan pertama.
"Pertolongan pertama yang paling baik ada gula pasir. Bisa dengan disendokkan langsung untuk ditelan atau dengan air teh manis," ungkapnya lagi.
Jika tidak ada gula pasir, maka makanan atau minuman lain yang manis seperti permen atau jus buah bisa dijadikan alternatif. Setelah pertolongan pertama diberikan, ada baiknya pasien dibiarkan beristirahat selama 30-60 menit sebelum diberikan makanan dengan kandungan gizi yang lebih kompleks.
"Alasan kenapa diberikan gula pasir adalah karena dia gula simpleks, artinya gampang diserap oleh tubuh. Kalau sudah istirahat dan pasien sudah agak segar, bisa diberikan makanan yang lebih kompleks seperti nasi beserta lauk," tambahnya.
Baca juga: Ini Pertolongan Pertama Saat Pasien Diabetes Alami Hipoglikemia (mrs/vit)











































