Rabu, 21 Sep 2016 10:06 WIB

Kisah Pasutri yang Kena Penyakit Mematikan, Mirip Film The Fault in Our Star

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: cnn
Jakarta - Katie dan Dalton Prager adalah sepasang suami istri dari Amerika Serikat yang kisahnya disamakan dengan film The Fault in Our Star. Keduanya mengidap penyakit genetik mematikan bernama Cystic Fibrosis (CF) yang membuat tubuh memproduksi lendir berlebih dan menumpuk di paru, pankreas, dan saluran cerna.

Dokter sebelumnya menyarankan agar Katie dan Dalton tidak berhubungan karena hanya akan memperburuk penyakit. Penumpukan lendir membuat bakteri dapat berkembang biak dengan leluasa sehingga risiko terjadinya penularan infeksi antar pasien CF tinggi.

Namun keduanya tidak peduli dan memilih untuk bertemu, jatuh cinta, dan menikah di usia 20 tahun.

Baca juga: Idap Penyakit Mematikan, Dua Bersaudara Berikan Tawa untuk Pasien Lain

Sayang setelah beberapa tahun setelah menjalani hidup bersama, pada Sabtu (17/9) lalu Dalton yang berumur 25 tahun dikabarkan telah meninggal karena komplikasi. Katie mengaku tak menyesal telah mengenal Dalton meski dirinya ikut tertular infeksi bakteri Burkholderia cepacia berbahaya dari sang suami.

"Ini adalah beberapa tahun terbaik dalam hidup saya. Saya lebih memilih hidup lima tahun penuh dengan cinta dan bahagia daripada 20 tahun sendirian," kata Katie seperti dikutip dari CNN, Rabu (21/9/2016).

Menurut Cystic Fibrosis Foundation (CFF) terapi untuk CF memang terus berkembang namun tetap usia harapan hidup pasiennya pendek. Mereka yang lahir pada tahun 2010 saja dihitung memiliki rata-rata harapan hidup sampai umur 39 tahun.

Alasannya karena memang produksi lendir yang berlebih bisa membuat banyak masalah. Pertama dari infeksi bakteri itu sendiri dan kedua karena reaksi imun tubuh yang berlebih terhadap inflamasi malah membuat kerusakan lebih jauh pada tubuh.

Selain itu penumpukan lendir di pankreas juga dapat menghalangi pelepasan enzim untuk pencernaan membuat nutrisi yang penting dari makanan tak diserap sempurna. Akibatnya lama-lama pasien bisa juga terserang malnutrisi.

Baca juga: Peneliti Menemukan Terapi Baru Untuk Menyembuhkan Cystic Fibrosis

(fds/vit)