Selasa, 11 Okt 2016 19:30 WIB

Ketika Wanita Lajang Risi dan Malu Saat Memeriksakan Diri ke Dokter Kandungan

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - Selain lekat dengan kehamilan, bidang kedokteran kandungan dan kebidanan juga terkait dengan kesehatan reproduksi wanita. Hanya saja, ketika wanita lajang memeriksakan diri ke dokter kandungan, rasa jengah atau malu bisa muncul di benaknya.

Salah satu pembaca detikHealth, Wiena (26) pernah merasakan hal itu. Ia mengisahkan, pernah mengalami telat haid yang ternyata disebabkan karena faktor hormon. Kebetulan, saat itu Wiena diantar oleh calon suaminya saat periksa ke dokter kandungan.

Saat masuk ke ruang tunggu saja Wiena sudah merasa tak nyaman. Menurut dia, rasanya pasien lain yang kebanyakan adalah ibu hamil seperti memandang aneh padanya.

"Padahal belum tentu juga tapi saya dari pertama masuk ruang tunggu udah ngerasa aduh saya diliatin nih. Ditambah lagi pas ketemu dokternya langsung ditanya sudah nikah belum jadi kan kayak gimana gitu ya rasanya," tutur Wiena yang kini sudah memiliki satu orang anak.

Perasaan berbeda dialami pembaca detikHealth lainnya, Fira (28). Ia pernah tiga kali periksa ke dokter kandungan karena haidnya tidak teratur. Kala itu, Fira sendirian pergi ke RS. Memang pasien lain kebanyakan adalah ibu hamil yang ditemani suaminya atau ada pula yang ditemani sang ibu. Tapi Fira tak terlalu ambil pusing.

Baca juga: Ini Alasannya Beberapa Perempuan Haidnya Lebih Teratur Setelah Nikah

"Mungkin ada ya perasaan nggak nyaman gitu karena saya belum menikah tapi ke dokter kandungan. Tapi sebenarnya yang lebih saya pikirin gimana hasil pemeriksaannya nanti sih, nggak terlalu mikirin gimana tanggapan pasien lain ke saya," ungkap Fira yang berdomisili di Cinere, Depok ini.

Menanggapi rasa malu atau jengah yang bisa dialami wanita lajang saat cek ke dokter kandungan, dr Arietta Pusponegoro SpOG(K) dari RS Cipto Mangunkusumo mengatakan sebetulnya hal itu tak perlu dianggap aneh atau tabu.

Menurut dokter yang juga praktik di RS Medistra ini, saat ini pun tak sedikit gadis muda yang sudah memiliki miom, kista, gangguan haid atau bahkan keputihan.

"Jadi nggak mesti ke dokter kandungan itu mesti hamil," ujarnya saat berbincang dengan detikHealth.

Untuk itu, dr Arietta menekankan seharusnya ada pendidikan atau pemahanaman bahwa seorang wanita memiliki hak reproduksinya. Termasuk ia berhak ketika nanti sudah menikah, akan memiliki berapa anak dengan jarak usia berapa, kemudian ia berhak mendiskusikannya dengan suaminya.

Untuk memiliki kehamilan yang sehat kelak, pastinya calon ibu harus sehat dan kondisi tubuhnya mesti dijaga sejak masih lajang. Sehingga, menurut dr Arietta penting melakukan check up, termasuk untuk kesehatan reproduksi.

"Penting diperiksa, jangan-jangan ada keluhan haid sakit misalnya, ya check up-lah. Jadi ke dokter kandungan itu nggak mesti hamil. Apalagi kan sekarang juga banyak gadis yang ketika cek ke dokter kandungan diantar ibunya, ya nggak masalah," papar dr Arietta.

Baca juga: Penyebab Munculnya Bercak Darah Saat Keputihan dan Haid Tak Teratur


(rdn/vit)