Kamis, 27 Okt 2016 11:01 WIB

Lingkungan Kerja Bisa Bantu Kurangi Rasa Tidak Nyaman Akibat Menopause

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Ilustrasi menopause (Foto: thinkstock)
Jakarta - Lingkungan kerja yang nyaman dan mendukung bisa membantu mengurangi rasa tidak nyaman yang muncul ketika memasuki masa menopause. Hal ini dibuktikan oleh penelitian terbaru dari Australia.

Emily Bariola, peneliti dari La Trobe University, Melbourne, mengatakan gejala menopause meliputi serangan panas (hot flashes), sulit tidur, serta mood yang berubah-ubah. Nah, sebagian besar gejala ini muncul ketika wanita masih menjadi pekerja kantoran di usia 50-tahunan.

"Sebagian besar tenaga kerja wanita sekarang berusia di atas 40 tahun dan 50 tahun, dan mereka sedang menjalani fase transisi awal menuju menopause. Lingkungan kerja bisa memengaruhi fase ini, dengan membuatnya lebih nyaman atau bahkan lebih sengsara," tutur Bariola, dikutip dari Reuters.

Baca juga: Menopause Dini Akibat Pengobatan Kanker Serviks? Begini Penjelasan Dokter

Bariola melakukan penelitian dengan melakukan survei pada 500 orang tenaga kerja wanita. Mereka diminta untuk mengisi gejala menopause yang sudah dirasakan mulai dari hot flash, masalah tidur, sakit kepala dan sulit fokus.

Ditemukan bahwa dua pertiga wanita sudah memasuki masa menopause, dengan satu pertiganya sedang mengalami masa transisi yang dikenal sebagai perimenopause.

Hasil penelitian menyebut wanita yang memiliki atasan suportif, lingkungan kerja yang nyaman serta waktu kerja yang fleksibel mengalami lebih sedikit rasa tidak nyaman akibat menopause. Sayangnya, hanya kurang dari satu pertiga wanita yang merasakan hal tersebut.

Di sisi lain, wanita yang memiliki kontrol terhadap suhu udara di kantor juga mengalami rasa tidak nyaman akibat menopause yang lebih sedikit. Hal ini menurut peneliti mungkin berkaitan dengan kurangnya hot flash yang muncul akibat suhu udara diatur lebih rendah.

Rehab Hammam, profesor dari Zagazig University, Mesir, mengatakan gejala menopause memang bisa menjadi lebih berat ataupun lebih ringan tergantung kondisi lingkungan sekitar. Dari sisi pekerjaan, stres juga memengaruhi berat tidaknya gejala menopause yang muncul.

"Gejala menopause bisa memengaruhi produktivitas kerja dan kualitas hidup. Apalagi jika ditambah stres, gejala menopause bisa lebih parah dan bisa membuat wanita merasa sangat tidak nyaman," tuturnya.

Baca juga: Simpan Misteri Menopause, Paus Pembunuh Jadi Bahan Studi Peneliti


(mrs/vit)