Sabtu, 29 Okt 2016 08:14 WIB

Malas Periksa Gigi, Risikonya Bisa Merembet ke Paru-paru Lho

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Kebanyakan orang baru memilih datang ke dokter gigi hanya di saat giginya bermasalah, entah itu ngilu ataupun terasa nyeri. Padahal periksa gigi secara rutin juga berdampak positif bagi kesehatan paru-paru lho.

Memangnya apa hubungannya? Peneliti dari Virginia Commonwealth University, Richmond menemukan, mereka yang rutin mendatangi dokter gigi minimal dua kali setahun berpeluang lebih rendah untuk terserang pneumonia atau radang paru-paru.

Bahkan risikonya berkurang hingga 86 persen hanya dengan periksa gigi dua kali setahun. Fakta ini didasarkan pada hasil analisis data dari Medical Expenditure Panel Survey di tahun 2013.

"Memang kita tidak bisa benar-benar menghilangkan bakteri jahat dalam mulut meski kita rutin ke dokter gigi, tetapi jika higienitas mulut terjaga dengan baik, jumlah bakteri jahat ini juga akan berkurang," jelas peneliti, Dr Michelle Doll seperti dilaporkan Medical Daily.

Pada dasarnya, risiko pneumonia yang ditemukan peneliti juga terbilang kecil. Terbukti dari 26.000 responden, hanya 441 orang yang dilaporkan terserang radang paru-paru atau hanya 1,68 persen.

Baca juga: Waspada Pneumonia, Si Pembunuh Bayi dan Balita di Indonesia

Kendati begitu, Doll menegaskan, kesehatan oral atau mulut yang buruk memang dapat berimplikasi kepada beragam gangguan kesehatan, mulai dari yang ringan seperti sakit gigi hingga depresi, kanker dan penyakit kardiovaskular.

"Dan pada kasus pneumonia, sebagian besar spesies bakteri yang memicu kondisi ini ternyata juga bisa ditemukan di mulut," terangnya.

Apesnya, bila bakteri-bakteri ini bisa menemukan jalan mereka sendiri menuju paru-paru lalu memicu peradangan. Bahkan meski pneumonia tidak berbahaya, bagi sebagian orang ini bisa saja mematikan, semisal pada lansia atau mereka yang memiliki kekebalan tubuh yang rendah.

Baca juga: Hati-hati, Ini Efeknya Buruknya Jika Abses Gigi Didiamkan Terlalu Lama

Perlu diketahui bahwa gejala umum dari pneumonia antara lain batuk, sesak napas, detak jantung yang cepat, berkeringat sekaligus menggigil, hilangnya selera makan dan nyeri pada dada.

Bahkan pada kasus yang ekstrim, pneumonia bisa memicu muntah darah, sakit kepala, kelelahan, muntah-muntah, mengi, nyeri sendi dan otot hingga linglung. (lll/vit)