Rabu, 09 Nov 2016 14:32 WIB

Gara-gara 'Nyamuk Malas', Wanita Jadi Lebih Rentan Kena Chikungunya

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Chikungunya adalah penyakit akibat virus yang disebarkan lewat gigitan nyamuk aedes aegypti. Bila seseorang terinfeksi maka gejalanya bisa demam tinggi, sakit kepala, dan rasa nyeri di persendian yang dapat bertahan hingga berbulan-bulan.

Menariknya studi terbaru yang dipublikasi di Proceedings of the National Academy of Sciences melihat bahwa wanita bisa 1,5 kali lebih mungkin terinfeksi daripada pria. Hal ini diketahui setelah peneliti menganalisa data dari wabah chikungunya yang terjadi di Bangladesh pada tahun 2012.

Baca juga: Tak Hanya Cegah DBD, Nyamuk Ber-Wolbachia Juga Hambat Virus Zika dan Chikungunya

Saat wabah lebih dari seperempat kasus diketahui menyebar dalam rumah tangga yang sama, sementara setengahnya terjadi pada rumah tangga berjarak hanya kurang dari 200 meter. Bila diterjemahkan dalam bentuk peta maka akan terlihat kelompok-kelompok kecil.

Peneliti mengatakan fenomena tersebut terjadi karena nyamuk pembawa virus tidak suka bepergian jauh. Oleh karena itu wanita jadi lebih rentan karena rata-rata menghabiskan lebih banyak waktu di rumah daripada pria.

"Tampaknya para nyamuk sangat malas," ujar pemimpin studi Henrik Salje dari Johns Hopkins University.

"Para nyamuk menggigit seseorang dalam satu rumah tangga, terinfeksi oleh virus, dan kemudian berkeliaran di situ saja menggigit orang lain. Waktu ekstra yang dihabiskan wanita di sekitar rumahnya berarti membuat mereka memiliki risiko ekstra terinfeksi," lanjut Henrik seperti dikutip dari Reuters, Rabu (9/11/2016).

Peneliti mengatakan meski belum ada vaksin untuk chikungunya, dengan memprediksi kemungkinan di mana sebuah wabah terjadi lewat sifat nyamuk tersebut maka penyebaran penyakit dapat diperlambat.

Baca juga: Saktinya Para Nyamuk, Puluhan Tahun Dibasmi Tapi Tidak Punah-punah (fds/vit)