Sabtu, 26 Nov 2016 11:38 WIB

Sakit Gigi 'Sembuh Sendiri', Masih Perlukah ke Dokter Gigi?

Nurvita Indarini - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Bagi yang takut ke dokter gigi, kegiatan memeriksa gigi ke dokter mungkin hanya dilakukan saat gigi sakit. Tapi bagaimana jika sakit gigi melanda saat travelling, lalu membaik setelah minum obat tertentu, masih perlukah ke dokter gigi?

"Sering sekali pasien datang pada saat sakit gigi, lalu dikasih obat, saat sudah merasa enak nggak balik lagi. Padahal belum selesai, masih perlu perawatan," terang Prof Dr drg Melanie Sadono Djamil, MBiomed.

Prof Melanie berpesan, siapapun perlu mempertahankan giginya hingga 'titik darah penghabisan'. Artinya jangan mau giginya cepat rusak sehingga harus menggunakan gigi palsu. Karena bagaimanapun menggunakan gigi asli akan jauh lebih nyaman.

Baca juga: 5 Fakta yang Harus Diketahui Soal Gigi Sensitif

"Kalau misalnya giginya pecah juga jangan dibiarkan. Nanti bisa dicek sama dokter apakah perlu dikasih crown agar bisa dipakai untuk mengunyah lagi. Kalau mengunyah di satu sisi saja kan nggak enak," sambung dokter berkerudung ini.

Selain itu pengunyahan di satu sisi rahang saja bisa membuat pembengkakan gusi di bagian yang jarang dipakai. Selain itu, di gigi-geligi yang jarang dipakai biasanya justru lebih banyak sisa makanan yang menyempil.

"Kalau sedang sakit gigi di perjalanan bisa dengan kumur menggunakan air garam hangat. Tapi sebelum kumur gosok gigi dulu ya," pesan Prof Melanie.

Baca juga: Infografis: 'Aturan' yang Mesti Diperhatikan Orang Tua Saat Ajari Anak Menyikat Gigi (vit/vit)