Senin, 28 Nov 2016 06:29 WIB

Kelainan Genetik Bisa Jadi Penyebab Munculnya Alergi Getaran

Firdaus Anwar - detikHealth
Ilustrasi gatal karena alergi (Foto: iStock) Ilustrasi gatal karena alergi (Foto: iStock)
Washington D.C. - Di antara beragam jenis alergi langka, alergi terhadap getaran (vibratory urticaria) adalah salah satu jenis alergi yang teka-tekinya kini mulai terungkap. Lewat studi terbaru peneliti melihat ada mutasi genetik yang bisa menjelaskan kemunculannya.

Alergi terhadap getaran sendiri adalah reaksi alergi yang biasanya muncul ketika tubuh seseorang bergetar atau berguncang dengan intensitas tinggi. Contohnya bisa karena berkendara di jalan rusak, berlari, atau bertepuk tangan.

Menurut yayasan Urticariaday pengidap bisa mengeluh mulai dari gatal-gatal, sakit kepala, penglihatan kabur, hingga ada rasa metal di lidah. Meski gejala umumnya hilang dalam hitungan jam namun serangan alergi bisa cukup menggangu.

Baca juga: Muncul Bintik-bintik Merah di Tubuh Saat Berolahraga, Indikasi Alergi?

Terkait hal tersebut, tim peneliti dari National Institutes of Health Amerika Serikat melaporkan telah mengidentifikasi adanya mutasi gen bernama ADGRE2 pada orang dengan alergi getaran. Dipublikasi dalam New England Journal of Medicine, peneliti mengatakan mutasi ditemukan spesifik hanya ada pada pengidap alergi tidak pada orang lain pada umumnya.

Dr Hirsh Komarow selaku salah satu peneliti menjelaskan gen ADGRE2 ini berhubungan terhadap sel mastosit yang ada di kulit. Ketika sel mastosit mendapat stimulus, dalam hal ini getaran, maka akan melepas histamin dan senyawa peradangan membuat munculnya reaksi alergi.

Keika dites pada partisipan yang terdiri atas tiga keluarga dengan sejarah alergi, getaran terkonfirmasi dapat meningkatkan kandungan histamin dalam darah. Setelah sejam kemudian histamin berkurang menandakan bahwa sel mastosit telah selesai melepas kandungannya.

"Hasil tersebut menunjukkan bahwa respons normal terhadap getaran yang pada kebanyakan orang tidak membuat gejala, pada pasien dengan vibratory urticaria turunan responnya diperparah," kata Hirsh seperti dikutip dari Medical Daily, Senin (28/11/2016).

Baca juga: Benarkah Air Kelapa Bisa Bantu Cegah Alergi Seafood? (fds/vit)