Kamis, 01 Des 2016 11:28 WIB

Studi: Badminton dan Renang Paling Bermanfaat Cegah Kematian Dini

Firdaus Anwar - detikHealth
Ilustrasi badminton (Foto: REUTERS/Marcelo del Pozo) Ilustrasi badminton (Foto: REUTERS/Marcelo del Pozo)
Jakarta - Olahraga bila dilakukan secara rutin dapat bermanfaat untuk kesehatan. Ada banyak jenis olahraga yang dapat dilakukan sehingga seseorang bisa bebas memilih yang cocok untuknya.

Namun di antara semua jenis olahraga, bila dilihat dari sisi manfaat memperpanjang umur mana kira-kira yang paling bagus? Pertanyaan tersebut yang baru-baru ini berusaha dijawab oleh studi para peneliti di Inggris.

Dipublikasi di British Journal and Sports Medicine, survei pada sekitar 80 ribu orang pada tahun 1994-2008 menunjukkan dampak olahraga yang paling besar secara berurutan ada pada olahraga dengan raket, berenang, lalu kemudian aerobik. Manfaat dilihat dari hal mencegah kematian dini dan juga secara spesifik penyakit jantung serta stroke.

Baca juga: Ini Akibatnya Kalau Olahraga Dilupakan Akibat Terlalu Sibuk

Cara mengetahuinya adalah dengan mensurvei tiap partisipan aktivitas fisik apa yang biasanya mereka lakukan dan seberapa sering. Ada yang suka berkebun, jalan kaki, bersepeda, berenang, aerobik, dansa, berlari, rugbi, badminton, dan tenis.

Setelah data dikumpulkan peneliti mengikuti perkembangan kesehatan partisipan selama rata-rata sembilan tahun. Dari situ diketahui sebanyak sekitar delapan ribu partisipan telah meninggal karena berbagai hal dan hampir dua ribu lainnya meninggal karena penyakit jantung atau stroke.

Ketika hasil akhir dibandingkan, maka ditemukan bahwa partisipan yang bermain olahraga raket seperti badminton atau tenis 47 persen lebih minim resiko meninggal dini. Selanjutnya diikuti oleh olahraga berenang di angka 28 persen dan olahraga aerobik di angka 27 persen.

Untuk risiko penyakit jantung dan stroke secara spesifik maka partisipan yang berolahraga dengan raket memiliki 56 persen risiko yang lebih minim dibandingkan dengan partisipan yang berolahraga lain. Sementara itu partisipan yang berenang risikonya 41 persen lebih minim dan aerobik 36 persen lebih minim.

Di akhir studi peneliti namun mengatakan bukan berarti bahwa olahraga lain tidak bermanfaat. Studi dilakukan hanya untuk melihat mana yang paling berdampak.

"Studi ini tapi jangan diinterpretasikan bahwa lari atau bermain bola tidak bisa melindungi dari penyakit jantung," komentar ahli kardiolog Profesor Tim Chico dari Sheffield University seperti dikutip dari Reuters, Kamis (1/12/2016).

Baca juga: Yoga Bersama Kucing-kucing Lucu, Mengapa Tidak? (fds/vit)
News Feed