Rabu, 07 Des 2016 16:06 WIB

Kisah Monica, Perempuan yang Terserang Parkinson di Usia 37 Tahun

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: CNN
Jakarta - Bagi orang seumuran Monica Schulman, Parkinson bukanlah penyakit yang harus dikhawatirkan olehnya. Hingga ia menyadari ada yang berubah dari kesehariannya.

Wanita asal Atlanta ini adalah satu dari hanya 15 persen pasien yang terserang Parkinson di usia muda. Lazimnya gejala penyakit ini baru muncul di atas usia 60-an, sedangkan umur Monica baru separuhnya, 38 tahun.

"Saat itu saya sedang menggosok gigi di kamar mandi. Lalu saya perhatikan jari-jari kaki kiri saya terus menekuk dan tiba-tiba menegang," kisahnya.

Dari pengakuannya, kondisi itu terjadi selama berbulan-bulan, tetapi dibiarkan saja oleh Monica meski ia merasa ada yang aneh dari hal itu. Monica juga tidak memutuskan menemui dokter.

Lalu muncul gejala lain ketika Monica berkunjung ke rumah kakaknya di New York. Ia pun menyempatkan diri berjalan-jalan dengan sang kakak di seputaran Manhattan. "Dan saya melihat lengan kiri saya tak berayun," lanjutnya.

Saat itulah Monica baru menyadari ada yang tidak beres dengan dirinya. Ditambah lagi beberapa waktu lalu Monica memeriksakan dirinya ke dokter karena merasakan kesemutan dan menjalani serangkaian tes. Dikiranya Monica terserang multipel sklerosis, tetapi hal ini tidak terbukti.

Begitu pulang dari New York, Monica memutuskan mencari tahu lewat situs pencarian Google sebelum akhirnya ke dokter. Seluruh hasil pencarian pun mengerucut pada Parkinson.

Namun keluarganya tak percaya ketika Monica mengutarakan fakta itu, sebab ia dianggap terlalu muda. Untuk memastikannya, ia dan sang suami, Jeremy memutuskan menemui Dr Stewart Factor, ahli saraf yang juga direktur Movement Disorders Program, Emory University School of Medicine, Atlanta.

Sebetulnya Dr Stewart sangat sulit ditemui karena jadwal konsultasi dengan pasiennya keburu penuh hingga beberapa bulan ke depan. Tetapi sang suami mengatakan Monica ketakutan lalu staf Dr Stewart menaruh iba kepadanya, kemudian mencarikan waktu luang untuk bisa bertemu dengan ahli Parkinson tersebut.

"Ketika pertama kali kami bertemu, ia kaget karena saya masih muda," tutur Monica.

Baca juga: Kurang Informasi, Parkinson Sering Dikira Saraf Kejepit

Namun dari hasil pemeriksaan dan pengamatan pada gejala yang terlihat di tubuh Monica, akhirnya dipastikan ibu ini meman mengidap Parkinson.

"Hal ini memang bisa terjadi (gejala Parkinson yang muncul sebelum umur 40 tahun, red). Tetapi jarang ditemukan. Bahkan saya menemukan pasien Parkinson termuda yang pernah saya temui berusia 18 tahun," ungkap Dr Stewart seperti dilaporkan CNN.

Hanya saja sampai saat ini tidak ada peneliti yang tahu mengapa gejala Parkinson bisa muncul di usia semuda itu. Dugaan sementara ini ada kaitannya dengan faktor genetik.

Akan tetapi faktor yang menguatkan kondisi Monica bisa jadi bukanlah genetik, melainkan trauma pada kepalanya. Meski baru dugaan, kondisi ibu empat anak ini diklaim mirip mantan petinju Muhammad Ali yang mengidap Parkinson akibat cedera otak berkaitan dengan olahraga yang digelutinya.

"Saya jadi ingat, di usia 18 tahun saya terlibat dalam sebuah kecelakaan mobil yang sangat buruk. Mobil saya sampai terguling 7 kali. Vertebra di leher saya sampai patah," urai Monica.

Baca juga: Catat, Ini Bedanya Parkinson dengan Epilepsi (lll/vit)