Menurut Prof dr Takashi Yorifuji dari Okayama University, minamata adalah proses keracunan methyl mercury pada tubuh seseorang. Methyl mercury tersebut masuk ke dalam tubuh manusia melalui konsumsi ikan maupun kerang.
Prof Takashi menjelaskan, ketika memasuki aliran darah, methyl mercury akan menyerang sistem saraf pusat. Akibatnya, terjadilah gangguan saraf.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Ikan dengan Kandungan Merkuri yang Boleh Dimakan dan Tidak
"Gejala yang ditemui biasanya seperti penyakit saraf misalnya timbil kram dan mati rasa. Secara fisik, minamata juga bisa menyebabkan anak lahir cacat atau tidak sempurna," sambung Prof Takashi.
Untuk penatalaksanaan minamata, bisa diberikan obat chelating agent dan rehabilitasi. Khusus penggunaan obat chelating agent, harus digunakan sesuai kondisi tubuh seseorang.
"Obat ini keras. Jika dipakai sembarangan bisa mengakibatkan ginjal rusak. Karena memaksa racun mercuri keluar dari tubuh," pungkas pria Jepang ini.
Prof Takashi menambahkan, batas aman makanan yang terpapar merkuri ditetapkan sebanyak 0,4 part per milion (PPM). Sementara, batasan paparan merkuri dalam ikan adalah 0,2 ppm.
Baca juga: Studi: Kandungan Omega-3 pada Ikan Salmon Mulai Berkurang Drastis (rdn/vit)











































