Minamata, Penyakit yang Bisa Timbul Akibat Konsumsi Ikan Mengandung Merkuri

Minamata, Penyakit yang Bisa Timbul Akibat Konsumsi Ikan Mengandung Merkuri

Puti Aini yasmin - detikHealth
Rabu, 07 Des 2016 17:30 WIB
Minamata, Penyakit yang Bisa Timbul Akibat Konsumsi Ikan Mengandung Merkuri
ilsutrasi ikan segar/ Foto: Ari Saputra
Jakarta - Dengan kandungan nutrisinya yang baik untuk kesehatan, ikan bisa jadi salah satu lauk pilihan untuk masyarakat Indonesia. Tapi ketika terkontaminasi merkuri dan dikonsumsi, penyakit pun bisa muncul, salah satunya minamata.

Menurut Prof dr Takashi Yorifuji dari Okayama University, minamata adalah proses keracunan methyl mercury pada tubuh seseorang. Methyl mercury tersebut masuk ke dalam tubuh manusia melalui konsumsi ikan maupun kerang.

Prof Takashi menjelaskan, ketika memasuki aliran darah, methyl mercury akan menyerang sistem saraf pusat. Akibatnya, terjadilah gangguan saraf.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi di bagian otak yang diserang adalah bagian penting seperti semotosensory atau area sensorik, area penglihatan, dan area pendengaran," kata Prof Takashi dalam seminar 'Mercury Poisoning: Minamata at 60 and Indonesia?' di Hotel Ibis Tamarin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (5/12/2016).

Baca juga: Ikan dengan Kandungan Merkuri yang Boleh Dimakan dan Tidak

"Gejala yang ditemui biasanya seperti penyakit saraf misalnya timbil kram dan mati rasa. Secara fisik, minamata juga bisa menyebabkan anak lahir cacat atau tidak sempurna," sambung Prof Takashi.

Untuk penatalaksanaan minamata, bisa diberikan obat chelating agent dan rehabilitasi. Khusus penggunaan obat chelating agent, harus digunakan sesuai kondisi tubuh seseorang.

"Obat ini keras. Jika dipakai sembarangan bisa mengakibatkan ginjal rusak. Karena memaksa racun mercuri keluar dari tubuh," pungkas pria Jepang ini.

Prof Takashi menambahkan, batas aman makanan yang terpapar merkuri ditetapkan sebanyak 0,4 part per milion (PPM). Sementara, batasan paparan merkuri dalam ikan adalah 0,2 ppm.

Baca juga: Studi: Kandungan Omega-3 pada Ikan Salmon Mulai Berkurang Drastis (rdn/vit)

Berita Terkait